Segway Xaber 300 langsung menarik perhatian karena angka torsinya yang mencapai 600 Nm, sebuah nilai yang menegaskan fokusnya pada lintasan berat. Motor trail listrik ini juga membawa bobot sekitar 85 kilogram, sehingga kombinasi tenaga besar dan massa yang relatif ringan menjadi daya tarik utamanya.
Karakter seperti itu membuat Xaber 300 terasa lebih cocok untuk jalur ekstrem ketimbang sekadar dipakai harian di perkotaan. Segway jelas mengarahkannya ke pengendara yang ingin menjajal lintasan berlumpur, trek sempit, dan medan yang menuntut respons cepat.
Performa yang dibangun untuk medan sulit
Di balik torsinya yang besar, Segway membekali motor ini dengan tenaga puncak 21 kW atau sekitar 28,6 hp. Angka tersebut membuatnya punya karakter yang agresif dan menempatkannya di jalur yang berbeda dari motor listrik biasa.
Motor listriknya dipasang di bagian tengah rangka agar distribusi tenaga terasa lebih stabil saat motor bermanuver cepat. Respons putaran gas juga dibuat spontan, sehingga motor terasa aktif begitu tuas akselerasi disentuh.
Segway mengklaim Xaber 300 mampu berlari dari diam ke 80 km per jam dalam sekitar 5,5 detik. Kecepatan tertingginya disebut mencapai 96 km per jam di lintasan terbuka.
Baterai Samsung 50S dan jarak tempuh
Untuk menyokong performa itu, Xaber 300 memakai baterai 72V dengan kapasitas lebih dari 3 kWh. Paket ini menggunakan sel lithium Samsung 50S yang disiapkan untuk menjaga performa sekaligus efisiensi di berbagai mode berkendara.
Dalam mode hemat energi, jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai sekitar 100 kilometer sekali isi penuh. Saat mode performa tertinggi digunakan, jarak tempuh itu bisa turun hingga mendekati 50 kilometer.
Angka tersebut menunjukkan bahwa motor ini lebih menonjolkan kemampuan off-road dibanding efisiensi murni. Meski begitu, jarak tempuhnya masih memberi ruang untuk sesi trail dan petualangan ringan.
Suspensi Marzocchi dan rangka aluminium
Sektor kaki-kaki menjadi salah satu nilai jual lain dari Xaber 300. Segway memakai suspensi Marzocchi yang dipasangkan dengan rangka aluminium seri 6000 untuk menghadapi benturan keras di jalur berbatu.
Suspensi depan menggunakan model upside-down, sedangkan bagian belakang memakai peredam multi-link yang dapat disetel sesuai karakter lintasan. Ground clearance-nya mencapai 267 mm, membantu motor lebih aman saat melintas di permukaan tidak rata.
Motor ini juga dirancang agar cocok untuk pengendara dengan tinggi 165 sampai 185 cm. Kapasitas bebannya disebut mampu mencapai 150 kilogram, sehingga masih memberi ruang pakai yang cukup luas.
Mode berkendara dan fitur pendukung
Segway menambahkan beberapa mode berkendara yang meniru karakter mesin bensin 150 cc, 200 cc, dan 300 cc. Ada pula mode Beast untuk pengendara yang ingin dorongan tenaga paling maksimal di lintasan ekstrem.
Mode Pro memberi kesempatan untuk mengatur kurva tenaga agar traksi tetap terjaga saat melewati permukaan licin dan teknikal. Segway juga menyematkan kopling virtual untuk menghadirkan rasa berkendara yang lebih dekat dengan motor trail bermesin bensin.
Fitur lainnya meliputi kontrol traksi, bantuan start tanjakan, pengereman regeneratif, dan gigi mundur elektronik. Pengendara juga bisa memanfaatkan beberapa profil yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Panel digital dan harga jual
Pada bagian panel, Xaber 300 memakai layar TFT 2,4 inci yang sudah mendukung GPS, koneksi 4G, platform IoT, dan pembaruan perangkat lunak OTA. Motor ini juga dibekali perlindungan air dan debu berstandar tinggi.
Di Amerika, Segway Xaber 300 dijual sekitar Rp140 juta. Dengan torsi 600 Nm, baterai Samsung 50S, suspensi Marzocchi, dan bobot 85 kilogram, motor ini tampil sebagai trail listrik yang jelas menargetkan performa dan petualangan serius.







