TPIA Berbalik Untung US$146 Juta, Laba Barito Pacific Melonjak ke US$271 Juta

Author: Redaksi Android62

Laba bersih konsolidasi Barito Pacific melonjak tajam pada kuartal pertama 2026 hingga mencapai US$271 juta setelah pajak. Kenaikan ini terutama ditopang oleh kinerja PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang berhasil berbalik dari rugi menjadi laba.

Di dalam grup, TPIA menjadi penentu paling besar dalam perbaikan tersebut. Anak usaha Barito Pacific itu mencatat laba bersih US$146,13 juta atau setara Rp2,54 triliun, jauh lebih baik dibandingkan rugi US$25,64 juta pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Lompatan pendapatan TPIA

Perubahan laba TPIA bergerak seiring dengan lonjakan pendapatan yang sangat kuat. Pendapatan perusahaan naik 286,40 persen secara tahunan menjadi US$2,40 miliar atau sekitar Rp41,77 triliun.

Kenaikan tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh bisnis petrokimia terhadap hasil grup. Di awal tahun ini, peran TPIA terlihat paling dominan dalam mengangkat kinerja Barito Pacific secara konsolidasi.

Dorongan dari pasar domestik dan ekspor

Pendapatan TPIA datang dari penjualan energi dan kimia, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Berdasarkan data Databoks, penjualan domestik mencatat kontribusi US$2,56 juta untuk energi dan US$338,44 juta untuk kimia.

Sementara itu, pasar ekspor memberi sumbangan yang jauh lebih besar. Penjualan energi di luar negeri mencapai US$1,45 miliar, sedangkan penjualan kimia di luar negeri mencapai US$548,13 miliar.

Komposisi itu memperlihatkan bahwa pemulihan TPIA tidak hanya bertumpu pada satu jalur penjualan. Kinerja domestik dan ekspor sama-sama menguat dan mendorong kenaikan pendapatan secara keseluruhan.

Aset tetap besar di tengah pertumbuhan laba

Di balik lonjakan laba dan pendapatan, skala bisnis TPIA tetap berada di level besar. Hingga 31 Maret 2026, total aset perusahaan tercatat US$12,51 miliar, naik 1,51 persen dibandingkan posisi akhir 2025.

Struktur neracanya terdiri dari liabilitas US$7,65 miliar dan total ekuitas US$4,86 miliar. Data ini menunjukkan kapasitas usaha yang besar di tengah ekspansi bisnis yang berlangsung cepat.

Portofolio Barito Pacific di luar petrokimia

Barito Pacific tidak hanya bertumpu pada petrokimia. Perusahaan ini juga mengoperasikan tiga aset panas bumi dengan total kapasitas terpasang sekitar 885 megawatt.

Di sisi lain, emiten milik Prajogo Pangestu itu memiliki aset properti melalui PT Griya Idola. Salah satu aset yang dikelola adalah Wisma Barito Pacific di Slipi, Jakarta Barat.

Portofolio bisnisnya juga mencakup pengelolaan gedung dan hotel, sumber daya energi, serta produk hulu dan hilir industri plastik. Produk yang dihasilkan meliputi etilen, propilen, polietilen, dan polipropilen untuk kebutuhan industri manufaktur.

Meski portofolio grup tersebar di sejumlah lini, sorotan pada awal 2026 tetap tertuju pada TPIA. Kinerja anak usaha itu menjadi mesin utama yang paling jelas terlihat dalam membalik hasil Barito Pacific ke zona laba besar.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru