Trump Tegaskan CFTC Pegang Kendali Prediction Markets, Negara Bagian Kian Terdesak

Pemerintahan Donald Trump kembali memberi sinyal kuat bahwa prediction markets harus diperlakukan sebagai bagian dari ekosistem keuangan yang sah, bukan sekadar arena taruhan biasa. Di saat yang sama, Trump juga menegaskan dukungannya terhadap kripto dan ingin Amerika Serikat tetap menjadi pusat utama untuk aset digital maupun pasar baru itu.

Pernyataan itu memperjelas arah politik yang sedang didorong Trump: otoritas utama atas prediction markets harus tetap berada di tangan CFTC. Melalui unggahan di Truth Social, ia menyebut pasar prediksi perlu dibuat berkembang dan menilai aturan yang disusun bisa menjadi standar emas bagi negara bagian.

Sikap tersebut muncul ketika perdebatan soal siapa yang berwenang mengatur pasar ini makin tajam. Di satu sisi, Trump ingin CFTC tetap memegang kewenangan penuh atas prediction markets, termasuk yang berbasis pada kontrak peristiwa.

Di sisi lain, sejumlah gubernur dan jaksa agung negara bagian dari dua partai memandang kontrak taruhan peristiwa, terutama yang terkait olahraga, tidak jauh berbeda dari perjudian. Mereka menilai pengawasan seharusnya tetap berada di tingkat negara bagian, seperti halnya kasino dan lotre.

Benturan itu membuat banyak platform prediction markets kini berada dalam sorotan yang lebih keras. Sejumlah pihak di negara bagian menuduh platform tersebut beroperasi seperti kasino tanpa izin dan melanggar hukum permainan di wilayah masing-masing.

Trump juga mengaitkan isu ini dengan persaingan global. Ia ingin Amerika Serikat tetap menjadi pusat kripto dunia, termasuk untuk Bitcoin dan aset digital lain, ketika negara lain mulai mengejar model pasar keuangan serupa.

Tarik-menarik di Washington

Di Washington, pertarungan kewenangan tidak hanya soal aturan teknis, tetapi juga soal siapa yang memimpin arah industri baru ini. Trump menilai CFTC harus mempertahankan otoritas eksklusif atas prediction markets, karena menurutnya kebijakan yang tepat akan membantu pasar itu berkembang.

Pandangan itu sejalan dengan dorongan agar Amerika tetap berada di depan dalam sektor kripto dan pasar prediksi. Bagi Trump, keduanya bukan aktivitas pinggiran, melainkan bagian dari industri finansial baru yang layak mendapat ruang tumbuh.

Namun, dorongan dari tingkat federal itu berbenturan dengan langkah sejumlah pemerintah negara bagian. Minnesota, misalnya, menjadi salah satu titik konflik setelah Gubernur Tim Walz, dari Partai Demokrat, menandatangani undang-undang yang melarang situs prediction market beroperasi di wilayahnya.

Pemerintah Trump kemudian menggugat langkah tersebut untuk menegaskan kembali kewenangan CFTC atas kebijakan negara bagian itu. Nama Walz juga ikut disebut Trump dalam unggahannya, bersama Jaksa Agung New York Letitia James dan pejabat negara bagian lain yang bergerak mengatur prediction markets tahun ini.

Sorotan hukum dan tekanan politik

Letitia James sebelumnya menggugat dua perusahaan kripto, Coinbase dan Gemini, dengan tuduhan menjalankan operasi perjudian melalui platform prediction market mereka. Langkah itu menambah tekanan pada industri yang kini harus menghadapi pengawasan dari lebih banyak arah.

Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa CFTC membantu mendorong prediction markets “di hampir setiap kesempatan” sambil melonggarkan penegakan terhadap aset digital. Laporan tersebut juga menyoroti pemangkasan jumlah staf komisi dan keluarnya sejumlah pejabat karier dari lembaga itu.

Di tengah sorotan tersebut, Trump tetap menegaskan bahwa kebijakan yang disusun harus menjaga kepemimpinan Amerika. Ia ingin aturan yang berlaku tidak membuat AS tertinggal dalam kripto maupun prediction markets yang tengah berkembang.

Bisnis, keluarga, dan kepentingan yang ikut terseret

Perdebatan ini juga menjadi lebih rumit karena ada hubungan finansial antara Trump dan keluarganya dengan dunia prediction markets serta sejumlah usaha kripto. Salah satu nama yang disebut adalah World Liberty Financial, yang dikaitkan dengan keuntungan dari sektor itu.

Donald Trump Jr. juga punya kaitan dengan Kalshi dan Polymarket, dua platform yang paling menonjol di industri taruhan kontrak peristiwa. Kedua perusahaan itu membantah tuduhan yang diarahkan kepada mereka dan menyatakan berada di bawah regulasi federal, bukan negara bagian.

Dengan situasi seperti ini, masa depan prediction markets sangat bergantung pada siapa yang akhirnya memegang kendali yurisdiksi. Selama perebutan kewenangan antara pemerintah federal dan negara bagian belum selesai, industri ini akan tetap berada di tengah tekanan politik, hukum, dan bisnis yang saling beririsan.

Berita Terkait