UKB Bandar Lampung Ringankan Beban UMKM, Kemasan Berkualitas Kini Lebih Terjangkau

Author: Redaksi Android62

Unit Kemasan Bersama Kota Bandar Lampung menjadi salah satu jawaban atas masalah yang sering membebani pelaku UMKM, yaitu biaya kemasan yang tinggi. Fasilitas ini membantu usaha mikro, kecil, dan menengah mendapatkan kemasan yang lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan tampilan produk.

Kementerian UMKM menilai kehadiran layanan seperti ini makin relevan ketika harga bahan baku kemasan ikut tertekan oleh dinamika global. Di saat banyak pelaku usaha harus menjaga pengeluaran tetap efisien, akses terhadap kemasan yang berkualitas justru bisa menjadi pembeda di pasar.

Dukungan pusat dan daerah berjalan bersama

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, mengapresiasi langkah kolaboratif antara Kementerian UMKM dan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam membangun UKB. Menurutnya, skema ini dirancang untuk membuka akses kemasan yang lebih baik dengan harga yang lebih kompetitif bagi pelaku UMKM yang modalnya sering terbatas.

Dukungan pemerintah pusat juga hadir melalui hibah peralatan pengemasan yang lengkap dan terintegrasi ketika kementerian yang saat itu masih bernama Kementerian Koperasi dan UKM menyerahkannya. Peralatan tersebut mencakup mesin pengemasan dasar, perangkat pencetakan dan pelabelan, mesin produksi kemasan seperti die cut dan laminasi, serta alat pendukung seperti timbangan digital dan komputer desain grafis.

Reghi menilai bantuan itu membuat UMKM tidak hanya memperoleh kemasan yang berfungsi sebagai pelindung produk. Lebih dari itu, pelaku usaha juga bisa menghadirkan kemasan yang lebih menarik dan bernilai jual lebih tinggi tanpa menambah beban biaya secara berlebihan.

Kemasan kini punya peran yang lebih luas

Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Bandar Lampung ikut menjaga keberlangsungan UKB dengan menyediakan gedung dan pembiayaan operasional. Dukungan ini juga melibatkan tenaga profesional, termasuk desainer grafis, yang membantu pelaku usaha membangun identitas visual produknya.

Manajer UKB Kota Bandar Lampung, Ferdinan, menjelaskan bahwa fungsi kemasan sekarang tidak lagi sebatas pelindung barang. Kemasan juga menjadi medium untuk menyampaikan nilai dan karakter produk secara visual kepada konsumen.

Keberadaan desainer grafis memberi manfaat besar bagi pelaku UMKM yang belum mampu mengerjakan desain secara mandiri. Mereka bisa memperoleh kemasan yang lebih rapi, lebih menarik, dan tetap sesuai dengan kebutuhan usaha kecil.

Layanan fleksibel untuk pelaku usaha kecil

UKB Bandar Lampung juga menyesuaikan layanan agar lebih mudah dijangkau oleh usaha yang baru tumbuh. Pemesanan bisa dilakukan mulai dari 50 unit, sehingga cocok bagi UMKM yang belum membutuhkan produksi dalam jumlah besar.

Ferdinan menyebut skema ini membantu pelaku usaha memperoleh kemasan berkualitas tanpa harus menanggung biaya besar sejak awal. Subsidi dari pemerintah daerah turut menjaga agar harga layanan tetap terjangkau bagi UMKM.

Hingga saat ini, UKB Kota Bandar Lampung telah melayani sedikitnya 187 pengusaha UMKM. Aktivitas layanan juga meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan, terutama Idul Fitri, ketika permintaan terhadap produk UMKM ikut naik.

Menjaga daya saing lewat efisiensi

Bagi banyak pelaku usaha, keberadaan UKB membuktikan bahwa efisiensi biaya tidak harus membuat tampilan produk menjadi seadanya. Dengan dukungan peralatan, desain, dan layanan yang bisa diakses dalam skala kecil, UMKM di Bandar Lampung punya ruang lebih luas untuk memperbaiki kemasan.

Dalam situasi harga bahan baku kemasan yang naik, akses seperti ini memberi peluang agar produk tetap terlihat menarik dan mampu bersaing di pasar. Kombinasi layanan teknis, dukungan pemerintah, dan skema pemesanan yang fleksibel membuat UKB menjadi fasilitas yang relevan bagi penguatan UMKM di daerah.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru