Urat Kaki Menonjol Bukan Masalah Sepele, Tanda Gangguan Vena Kronis yang Kerap Terlewat

Author: Redaksi Android62

Keluhan pada kaki yang terasa berat, mudah pegal, atau tampak membengkak sering kali dianggap sebagai capek biasa. Padahal, tanda-tanda itu bisa menjadi petunjuk awal varises, yaitu gangguan pada vena yang membuat aliran darah balik ke jantung tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pada tahap awal, varises sering tidak menimbulkan keluhan yang mencolok sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika pembuluh darah di kaki mulai tampak menonjol, berliku, atau berubah warna di bawah kulit. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan penampilan, karena dapat berkembang menjadi gangguan vena kronis yang memerlukan perhatian medis.

Varises bukan sekadar urat yang terlihat

Varises muncul saat katup di dalam vena melemah atau mengalami kerusakan. Akibatnya, darah yang seharusnya mengalir ke atas menuju jantung justru tertahan dan menumpuk di pembuluh darah kaki.

Dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Heartology Cardiovascular Hospital, menjelaskan bahwa varises termasuk dalam penyakit vena kronis. Ia juga menegaskan bahwa kondisi ini bersifat progresif, sehingga risiko penanganan yang lebih sulit akan meningkat bila dibiarkan terlalu lama.

Data yang dikutip dari Journal of Vascular Surgery dan World Health Organization menunjukkan varises dialami sekitar 25 persen perempuan dan 10–15 persen laki-laki di dunia. Angka tersebut memperlihatkan bahwa varises adalah masalah yang cukup umum, terutama pada orang dewasa dengan pola aktivitas tertentu.

Gejala yang sering muncul perlahan

Banyak orang tidak langsung menghubungkan keluhan ringan pada kaki dengan varises. Padahal, gejalanya kerap berkembang bertahap dan semakin terasa setelah berdiri atau duduk dalam waktu lama.

Tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Kaki terasa berat atau mudah lelah.
  2. Nyeri tumpul setelah berdiri terlalu lama.
  3. Pembengkakan di pergelangan kaki.
  4. Muncul pembuluh darah biru atau keunguan di bawah kulit.
  5. Vena tampak menonjol, tebal, dan berkelok di permukaan kulit.

Keluhan-keluhan tersebut sering dianggap sepele karena muncul perlahan. Namun, perubahan tersebut dapat menunjukkan bahwa fungsi vena sudah mulai terganggu.

Siapa yang lebih berisiko terkena varises

Risiko varises meningkat pada orang yang sering berdiri atau duduk terlalu lama. Kondisi ini juga lebih mungkin terjadi pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan varises, kelebihan berat badan, sedang hamil, mengalami perubahan hormon, atau jarang bergerak.

Beberapa kelompok yang disebut lebih rentan antara lain:

  • Pekerja yang berdiri lama, seperti petugas keamanan, tenaga medis, dan pekerja pabrik.
  • Pengemudi dan pekerja kantoran yang duduk terlalu lama.
  • Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas.
  • Perempuan hamil.
  • Orang dengan aktivitas fisik yang rendah.

Pada perempuan, hormon estrogen dan progesteron dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Saat hamil, tekanan di dalam perut meningkat dan membuat beban pada vena tungkai bertambah.

Apa yang terjadi bila varises dibiarkan

Varises tidak berhenti sebagai persoalan urat yang tampak menonjol. Jika tekanan di pembuluh vena terus meningkat, gangguan ini dapat memicu komplikasi yang berdampak lebih luas pada kaki dan kualitas hidup.

Berikut sejumlah komplikasi yang dapat muncul:

Komplikasi Dampak
Insufisiensi vena kronis Aliran darah balik semakin terganggu
Pembengkakan menetap Kaki terasa berat dan tidak nyaman
Perubahan kulit Kulit dapat menggelap atau menebal
Luka kronis Luka sulit sembuh di area kaki
DVT Risiko sumbatan vena dalam

Perubahan warna kulit, pembengkakan yang tidak hilang, hingga luka yang tak kunjung sembuh menjadi tanda bahwa kondisi vena memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah yang dapat membantu menjaga vena kaki

Penanganan awal berfokus pada mengurangi tekanan di vena kaki. Aktivitas sederhana seperti berjalan singkat saat bekerja, menjaga berat badan, mengangkat kaki ketika beristirahat, dan menghindari berdiri diam terlalu lama dapat membantu sirkulasi darah tetap lebih lancar.

Pemeriksaan medis tetap diperlukan bila keluhan sudah muncul. Di Heartology, evaluasi dilakukan dengan Duplex Ultrasound Vaskular untuk menilai fungsi katup vena dan mencari lokasi sumbatan secara akurat.

Pilihan penanganan dapat mencakup terapi kompresi medis, sclerotherapy, Radiofrequency Ablation, atau Laser Vein Therapy. Sejumlah tindakan minim invasif memungkinkan pasien pulang pada hari yang sama dan menjalani pemulihan lebih cepat, tetapi keputusan terapi tetap harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi klinis masing-masing pasien.

Keluhan kaki yang terasa berat, pergelangan yang membengkak, pembuluh darah yang makin tampak menonjol, perubahan warna kulit, atau luka yang sulit sembuh layak dievaluasi lebih cepat agar gangguan vena tidak berkembang semakin jauh.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru