Urutan Bahan Jadi Kunci Menilai Susu Formula Anak, Gula Tambahan Perlu Diwaspadai

Author: Redaksi Android62

Membaca label menjadi langkah paling penting saat orang tua memilih susu formula untuk anak. Dokter spesialis anak dr Reza Fahlevi, SpA(K), menekankan bahwa kualitas produk tidak cukup dinilai dari tulisan promosi di kemasan, melainkan dari daftar komposisi yang tercantum secara lengkap.

Cara baca yang sederhana justru bisa memberi petunjuk paling jelas. Urutan bahan di label biasanya menunjukkan bahan yang paling dominan, sehingga posisi awal daftar perlu diperhatikan lebih dulu saat menilai mutu susu formula.

Komposisi lebih penting daripada klaim kemasan

Banyak kemasan susu formula menonjolkan kata-kata seperti “tinggi kalsium” atau “dukung tumbuh kembang”. Namun, menurut Reza, orang tua sebaiknya tidak berhenti pada klaim tersebut karena informasi yang lebih menentukan ada pada komposisi bahan.

Jika susu segar berada di urutan awal daftar, itu dapat menjadi tanda bahwa bahan dasar produk memang lebih kuat. Hal ini penting karena susu merupakan sumber energi, protein, kalsium, fosfor, dan berbagai mikronutrien lain yang dibutuhkan anak.

Dengan melihat komposisi, orang tua bisa menilai apakah produk lebih menonjolkan bahan utama atau justru banyak menambahkan bahan lain. Pendekatan ini membuat penilaian terhadap susu formula menjadi lebih objektif dan tidak hanya bergantung pada tampilan iklan di bagian depan kemasan.

Bahan tambahan yang perlu diwaspadai

Selain bahan utama, daftar komposisi juga dapat memperlihatkan adanya pemanis dan perisa tambahan. Bahan seperti sukrosa, maltodextrin, sirup jagung, dan vanilin disebut sering muncul pada produk susu formula dan layak dicermati lebih teliti.

Maltodextrin perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan karbohidrat olahan yang cepat diubah menjadi gula. Jika bahan ini muncul di urutan awal, kadar asupan gula anak bisa menjadi lebih tinggi dari yang dibayangkan.

Sirup jagung juga termasuk sumber gula tambahan yang perlu diperhatikan saat memilih produk harian. Sementara itu, vanilin digunakan sebagai perisa untuk memperkuat rasa dan kerap membantu menutupi aroma susu akibat proses produksi.

Paparan rasa manis sejak dini dapat membentuk kebiasaan rasa yang sulit diubah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi pilihan makan anak dan membuat mereka lebih terbiasa pada makanan atau minuman manis.

Gula tambahan dan risiko karies

Keberadaan sukrosa atau gula tambahan menjadi salah satu aspek yang paling relevan dalam pembacaan label. WHO menekankan pembatasan konsumsi gula pada anak karena berkaitan dengan risiko karies gigi serta masalah kesehatan lainnya.

Peringatan itu sejalan dengan kondisi kesehatan gigi anak di Indonesia yang masih menjadi perhatian serius. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak mengalami karies, sehingga pengawasan terhadap asupan harian perlu dilakukan lebih ketat.

Karena itu, orang tua perlu lebih cermat saat memilih produk yang dikonsumsi rutin, termasuk susu formula. Label gizi dan daftar komposisi dapat membantu menilai apakah produk lebih mengandalkan bahan susu atau justru banyak ditopang pemanis dan perisa.

Proses produksi ikut menentukan mutu

Kualitas susu formula tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada cara pembuatannya. Pemanasan yang terlalu lama atau dilakukan berulang dapat memengaruhi susunan protein dalam produk.

Sejumlah penelitian menunjukkan panas bisa mengubah struktur protein dan menurunkan kadar lysine, yaitu salah satu asam amino esensial. Perubahan ini juga dapat memengaruhi sifat fisikokimia susu yang turut menentukan mutu gizi produk.

Karena itu, bahan baku yang baik perlu diikuti proses produksi yang terjaga. Penilaian terhadap susu formula jadi lebih lengkap jika orang tua memperhatikan komposisi sekaligus memahami bahwa proses pengolahan juga punya dampak pada hasil akhirnya.

Dalam konteks nutrisi bayi, ASI tetap menjadi sumber gizi utama karena komposisinya paling ideal, mudah diserap, dan mengandung antibodi penting. Namun ketika ASI tidak dapat diberikan secara optimal, susu formula menjadi alternatif yang harus dipilih dengan lebih teliti berdasarkan bahan yang digunakan dan kualitas proses pembuatannya.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru