Sebanyak 10.401 peserta memenuhi pelaksanaan UTBK-SNBT di Universitas Bengkulu, menjadikan kampus ini salah satu titik ujian paling ramai dalam rangkaian seleksi masuk perguruan tinggi tersebut. Lonjakan peserta ini sekaligus memperlihatkan bahwa minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Bengkulu terus menguat.
Di tengah ramainya pelaksanaan ujian, panitia lokal memastikan seluruh proses tetap mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan panitia pusat. Pengawasan dijalankan ketat agar kegiatan berlangsung tertib, nyaman, dan tidak mengganggu peserta lain.
Ketua Panitia Lokal UTBK-SNBT Unib, Prof Kamaludin, menyampaikan bahwa ujian di kampus tersebut berlangsung selama 10 hari hingga 30 April 2026. Selama masa itu, peserta dibagi ke dalam 20 sesi agar alur pemeriksaan dan pelaksanaan ujian tetap teratur.
Pembagian sesi menjadi kunci penting dalam pengendalian jumlah peserta yang sangat besar. Dengan pengaturan seperti itu, panitia bisa menjaga ritme pelaksanaan di ruang-ruang ujian tetap berjalan disiplin dan sesuai jadwal.
Minat terhadap Universitas Bengkulu juga terlihat dari perbandingan jumlah peserta dengan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah peserta UTBK-SNBT di kampus yang sama tercatat 9.224 orang, sehingga angka 10.401 peserta pada 2026 menunjukkan adanya kenaikan yang cukup jelas.
Tidak hanya dari peserta ujian, daya tarik Unib juga tercermin dari jumlah pendaftar yang memilih kampus tersebut sebagai tujuan studi. Data panitia mencatat jumlahnya melampaui 11.000 orang, angka yang menegaskan bahwa nama Unib makin diperhitungkan oleh calon mahasiswa.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Unib bukan sekadar ramai saat pelaksanaan UTBK-SNBT, tetapi juga semakin menjadi pilihan pendidikan tinggi yang banyak dilirik. Di saat yang sama, tingginya jumlah peminat membuat persaingan untuk bisa diterima di kampus tersebut ikut semakin ketat.
Selain pengaturan sesi, panitia juga memberi perhatian khusus pada data peserta. Sekitar 150 data anomali telah dipetakan lebih awal sebelum peserta masuk ke ruang ujian, sebagai bagian dari proses screening yang ketat.
Prof Kamaludin menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan tetap tertib dan nyaman bagi seluruh peserta. Penanganan data yang rapi juga penting untuk mencegah persoalan yang dapat mengganggu kelancaran ujian di lapangan.
Pemantauan pelaksanaan turut dilakukan di ruang UPA TIK Unib. Dari titik itu, panitia memantau jalannya UTBK-SNBT untuk memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan nasional.
Seluruh rangkaian pengawasan, mulai dari pembagian sesi hingga pemeriksaan data, menunjukkan kesiapan Unib menghadapi pelaksanaan ujian berskala besar. Kehadiran 10.401 peserta dan lebih dari 11.000 pendaftar menjadi penanda kuat bahwa Bengkulu kian menarik perhatian calon mahasiswa sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.
