Audit terbaru terhadap XRP Ledger menunjukkan bahwa risiko XRP terhadap ancaman komputasi kuantum masih tergolong kecil, tetapi perlindungan penuh di jaringan utamanya belum tersedia. Temuan ini penting karena pasar kripto mulai menaruh perhatian lebih besar pada kesiapan jaringan menghadapi perkembangan komputer kuantum di masa depan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh salah satu validator utama XRPL, Vet, yang menelusuri profil akun di jaringan. Hasilnya memperlihatkan bahwa eksposur langsung XRP hanya sekitar 0,03% dari total pasokan, terutama berasal dari akun dorman yang kunci publiknya sudah terbuka. Angka ini membuat posisi XRP terlihat lebih ringan dibanding sejumlah aset kripto lain yang sudah lama tersimpan di blockchain.
Temuan audit pada XRPL
Vet menemukan sekitar 300.000 akun yang belum pernah mengirim satu transaksi pun di jaringan. Karena akun-akun itu belum pernah melakukan aktivitas, kunci publiknya juga belum terekspos ke jaringan.
Dari penelusuran yang sama, hanya ada dua akun besar yang dorman namun kunci publiknya sudah terbuka. Total XRP yang tersimpan di dua akun tersebut setara dengan sekitar 0,03% dari pasokan, sehingga risiko langsung yang terlihat dari audit ini dinilai sangat kecil.
Mengapa ancaman kuantum tetap diperhatikan
Meski angka eksposur itu rendah, risiko kuantum tidak bisa diabaikan begitu saja. Dalam sistem blockchain, transaksi dapat membuka kunci publik ke jaringan, dan jika komputer kuantum kelak mencapai kemampuan yang cukup kuat, perangkat itu berpotensi menelusuri kunci publik lalu menebak kunci privat yang terkait.
Jika hal tersebut terjadi, aset di dompet yang terdampak bisa diambil pihak luar. Risiko ini belum menjadi ancaman aktif saat ini, tetapi perkembangan riset kuantum membuat banyak pelaku industri tetap memantaunya dengan serius.
Perbedaan posisi XRP dan Bitcoin
Salah satu poin penting dari audit ini adalah perbandingan kesiapan mitigasi antara XRP dan Bitcoin. Pada XRP Ledger, pengguna aktif dapat mengganti signing key tanpa harus memindahkan alamat dompet, sehingga ada ruang perlindungan sebelum ancaman berkembang lebih jauh.
Berikut perbedaan yang disorot dalam referensi audit:
- XRP/XRPL: porsi yang terdampak langsung menurut audit hanya 0,03% dari total pasokan.
- Bitcoin: menurut data dalam referensi, hingga 35% pasokan bisa berada di alamat lama dengan kunci yang terekspos.
- Mitigasi XRP: rotasi kunci bisa dilakukan tanpa mengubah alamat.
- Mitigasi Bitcoin: aset harus dipindahkan ke alamat baru.
Perbedaan ini membuat XRP dipandang memiliki jalur perlindungan yang lebih fleksibel dibanding Bitcoin ketika menghadapi risiko kuantum.
Pengujian post-kuantum sudah dilakukan, tetapi belum di mainnet
XRPL juga sudah menguji enkripsi tahan-kuantum di AlphaNet, jaringan uji pengembangnya. Dalam pengujian itu, XRPL beralih ke CRYSTALS-Dilithium, algoritma yang telah disetujui National Institute of Standards and Technology atau NIST sebagai standar post-quantum.
Uji tersebut tidak hanya mencakup akun dan transaksi, tetapi juga proses konsensus validator. Artinya, pengujian ini menyentuh sisi teknis jaringan secara lebih luas, bukan hanya dompet pengguna.
Namun, peningkatan itu belum aktif di mainnet. Jaringan utama XRP masih menggunakan skema enkripsi yang umum dipakai blockchain saat ini, sehingga perlindungan penuh dari ancaman kuantum belum diterapkan secara luas.
Kepala riset Ripple, Aanchal Malhotra, juga menegaskan bahwa risiko ini belum mendesak untuk sekarang. Ia menyampaikan, “No wallets are getting cracked tomorrow. But the trendline is compressing faster than most of the industry is prepared for.” Pernyataan itu sejalan dengan pendekatan Ripple yang memandang migrasi ke sistem tahan-kuantum sebagai langkah antisipatif, bukan respons darurat.
Di tengah diskusi soal keamanan aset digital, XRP saat ini terlihat lebih siap dibanding banyak jaringan lain, tetapi status sepenuhnya aman dari ancaman kuantum masih bergantung pada penerapan di mainnet. Selama perlindungan itu belum aktif penuh, perhatian pasar terhadap kesiapan XRPL akan tetap menjadi isu yang relevan.
