143 Ribu Beasiswa Jatim Dibuka, Pelajar Swasta dan Mahasiswa Baru Jadi Sasaran

Author: Redaksi Android62

Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka akses beasiswa bagi lebih dari 143 ribu penerima pada 2026. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK swasta serta mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta di seluruh Jawa Timur.

Skema tersebut menjadi salah satu langkah terbesar Pemprov Jatim untuk memperluas akses pendidikan melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan swasta. Tidak hanya meringankan biaya kuliah, program ini juga dirancang untuk membantu biaya hidup mahasiswa baru yang memenuhi kriteria.

Kuota terbesar untuk jenjang menengah dan perguruan tinggi

Dari total kuota yang dibuka, 81.131 dialokasikan untuk beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA dan SMK swasta. Sementara itu, 62 ribu kuota disiapkan untuk beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta.

Untuk jenjang perguruan tinggi, kerja sama yang dijalin Pemprov Jatim dengan kampus swasta tidak hanya menyangkut biaya kuliah. Data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga menyebut bantuan biaya hidup menjadi bagian dari skema bagi mahasiswa baru yang lolos kriteria.

Menjawab keterbatasan daya tampung sekolah negeri

Program beasiswa ini hadir di tengah kapasitas sekolah negeri yang terbatas. Pada 2026, jumlah lulusan SMP sederajat di Jawa Timur mencapai 618.479 murid, sedangkan daya tampung gabungan SMA dan SMK negeri hanya sekitar 39,55 persen.

Artinya, sekitar 60,45 persen lulusan atau setara 373 ribu anak perlu melanjutkan pendidikan melalui jalur swasta atau jalur alternatif lain. Kondisi inilah yang membuat beasiswa dan keringanan biaya di sekolah swasta menjadi sangat penting bagi keluarga.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program kemitraan ini diharapkan mampu menjembatani celah tersebut. Pemprov Jatim juga menargetkan program ini dapat menekan angka anak tidak sekolah sekaligus meningkatkan angka partisipasi kasar di Jawa Timur.

Partisipasi sekolah swasta ikut melonjak

Dukungan dari sekolah menengah swasta pada tahun ajaran baru juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Jika pada tahun ajaran sebelumnya ada 1.772 sekolah yang terlibat, jumlah itu naik 18,84 persen menjadi 2.106 sekolah swasta.

Dari kuota sekolah menengah swasta, 44.121 anak akan menerima beasiswa penuh. Sementara 36.710 siswa lainnya memperoleh potongan pembiayaan dalam bentuk pembebasan uang gedung, keringanan SPP, serta bantuan penunjang kegiatan belajar lainnya.

Antusiasme perguruan tinggi swasta juga terlihat tinggi hingga pertengahan Juni 2026. Sebanyak 84 perguruan tinggi swasta telah menyatakan komitmen untuk memberi kuota beasiswa dan keringanan biaya kuliah.

Penghargaan untuk sekolah dengan kuota terbesar

Dalam peluncuran program, Khofifah juga memberikan penghargaan kepada 10 SMA dan SMK swasta yang mengalokasikan kuota beasiswa terbanyak. Untuk kategori SMK swasta, apresiasi tertinggi diberikan kepada SMK Krian 2 Sidoarjo, disusul SMKS YPM 8 Sidoarjo dan SMKS Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo.

Pada kategori SMA swasta, penghargaan tertinggi diraih SMAS Nahdlatul Ulama Pakis Malang. Dua sekolah lain yang ikut mendapat apresiasi adalah SMA Islam NU Pujon Malang dan SMA Plus Darul Hikmah Jember.

Pemprov Jatim berharap kemitraan seperti ini terus terjaga agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi. Melalui skema beasiswa dan potongan biaya pendidikan ini, akses pendidikan di Jawa Timur diharapkan semakin terbuka bagi pelajar dan mahasiswa swasta.

Source: beritabojonegoro.com
Berita Terbaru