28 Akses Tol di Jakarta Kena Ganjil Genap, Titik yang Sering Disalahpahami

Author: Redaksi Android62

Penerapan ganjil genap yang terkait tol di Jakarta ternyata bukan berada di gerbang tol maupun di ruas tolnya. Aturan itu berlaku pada akses keluar-masuk tol yang tersambung ke jalan arteri di kawasan pembatasan tersebut.

Artinya, kendaraan tidak dikenai ganjil genap selama masih melaju di dalam ruas tol. Namun, begitu masuk ke jalan arteri setelah keluar tol, atau hendak masuk tol dari arteri yang termasuk koridor ganjil genap, pengendara tetap wajib mengikuti ketentuan nomor pelat pada hari itu.

Penegasan ini penting karena banyak pengendara masih mengira gerbang tol menjadi titik yang terkena aturan. Jasa Marga telah menegaskan bahwa tidak ada penerapan ganjil genap di jalan tol maupun di gerbang tol, dan hingga kini tidak ada perubahan ketentuan terkait operasional lalu lintas di tol.

Lokasi yang masuk cakupan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyampaikan bahwa tidak ada aturan baru terkait 28 akses on ramp dan off ramp di gerbang tol yang memang berada dalam area ganjil genap. Ia menegaskan bahwa titik-titik tersebut hanyalah bagian dari koridor pembatasan yang sudah berlaku.

Contoh yang sering dipakai adalah akses menuju Gerbang Tol Tebet. Jika kendaraan datang dari Jalan Pancoran menuju gerbang itu, maka yang terkena ganjil genap adalah ruas Pancoran sebagai jalan arteri, bukan gerbang tolnya.

No Akses Tol Kawasan Terkait
1 Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang Jakarta-Tangerang
2 Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso Slipi, Palmerah, Tanah Abang
3 Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 2 Slipi
4 Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama Tomang, Grogol
5 Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 1 Palmerah
6 Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan Pejompongan
7 Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar Slipi, Palmerah, Tanah Abang
8 Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda Benhil, Senayan, Kebayoran
9 Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan Kuningan
10 Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 2 Kuningan
11 Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran Tebet, Manggarai, Pasar Minggu
12 Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet Pancoran, Tebet
13 Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 2 Tebet
14 Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II Tebet, Manggarai, Pasar Minggu
15 Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika Cawang, Halim, Kampung Melayu
16 Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Tol Cawang Cawang
17 Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang Halim, Kalimalang
18 Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas Cipinang Cempedak
19 Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati Bekasi Timur
20 Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat Pisangan, Jatinegara
21 Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya Jatinegara, Klender, Buaran
22 Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara Bekasi Barat, Jatinegara
23 Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun Rawamangun
24 Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya Rawamangun, Salemba, Pulogadung
25 Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan Rawamangun, Salemba, Pulogadung
26 Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas Rawasari, Pulomas
27 Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjen Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih, Senen, Pulogadung
28 Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih Pulomas, Cempaka Putih

Daftar itu memperlihatkan sebaran titik terdampak di sejumlah kawasan penting Jakarta. Wilayah yang disebut mencakup koridor Slipi, Tomang, Kuningan, Tebet, Cawang, Jatinegara, Rawamangun, Pulomas, hingga Cempaka Putih.

Bagi pengguna mobil pribadi, hal yang paling penting adalah membedakan ruas tol dan akses arteri di sekitarnya. Kesalahan membaca titik peralihan itulah yang bisa membuat kendaraan yang legal di jalan tol tetap melanggar saat memasuki jalan umum yang terkena pembatasan.

Karena itu, pengecekan rute sebelum berangkat menjadi langkah yang perlu dilakukan, terutama bagi pengendara yang rutin keluar-masuk tol di 28 akses tersebut. Selama masih berada di dalam tol, ganjil genap tidak berlaku, tetapi begitu roda kendaraan menyentuh akses arteri dalam kawasan pembatasan, aturan kembali berjalan penuh.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru