Kebiasaan menjilat bibir saat terasa kering dapat memperburuk kondisi karena air liur yang menguap ikut menarik kelembapan. Siklus ini membuat bibir yang semula hanya kasar dapat terasa semakin kering dan perih.
Perawatan lip balm saja tidak selalu cukup untuk menangani bibir pecah-pecah. Perlindungan bibir perlu didukung oleh asupan cairan, kondisi udara, pilihan makanan, dan perlindungan dari matahari.
| Kebiasaan | Tujuan | Kondisi yang Tepat |
|---|---|---|
| Mencukupi air | Menjaga hidrasi tubuh dan kulit | Sepanjang hari |
| Menggunakan humidifier | Menambah kelembapan udara | Di ruangan kering |
| Menghindari makanan iritan | Melindungi lapisan bibir | Saat bibir sensitif |
| Memakai produk ber-SPF | Mengurangi dampak matahari | Saat di luar ruangan |
| Tidak menjilat bibir | Mencegah penguapan kelembapan | Saat bibir terasa kering |
1. Hindari menjilat bibir berulang kali
Menjilat bibir dapat memberi rasa lembap sesaat, tetapi efek tersebut tidak bertahan lama. Dokter kulit bersertifikat Dylan Alston menjelaskan, kebiasaan berlebihan ini pada akhirnya dapat membuat kondisi bibir lebih buruk.
Saat bibir terasa kering, tubuh memerlukan dukungan hidrasi dan produk perawatan yang sesuai, bukan kelembapan sementara dari air liur. Langkah ini penting untuk menghentikan kebiasaan yang memicu penguapan kelembapan berulang.
2. Pilih produk bibir dengan SPF
Paparan sinar matahari dapat mempercepat hilangnya kelembapan alami pada bibir. Sinar matahari juga berisiko membuat bibir terbakar sehingga keluhan pecah-pecah menjadi lebih berat.
Alston menyarankan penggunaan lip balm ber-SPF 15 atau lebih tinggi ketika berada di lingkungan yang hangat atau cerah. Produk ini terutama relevan bagi orang yang banyak menjalani aktivitas di luar ruangan.
3. Perhatikan makanan yang menyentuh bibir
Makanan bukan selalu penyebab langsung bibir pecah-pecah, tetapi dapat memperparah keluhan ketika lapisan bibir sedang sensitif. Reaksi bibir setelah mengonsumsi makanan tertentu perlu diperhatikan agar pemicunya dapat dikenali.
Dokter kulit Elaine Kung menyarankan menghindari bahan yang mengiritasi dan dapat merusak lapisan pelindung bibir. Makanan asin, pedas, asam, serta makanan dengan banyak saus termasuk contoh yang dapat dibatasi saat bibir kering atau perih.
4. Tambahkan kelembapan udara dengan humidifier
Udara kering dapat membuat kelembapan pada kulit dan bibir lebih cepat menguap. Kondisi ini dapat dirasakan di ruangan berpendingin atau tempat dengan tingkat kelembapan udara rendah.
Penggunaan humidifier di kamar tidur pada malam hari dapat membantu menambah kelembapan udara saat tubuh beristirahat. Udara yang lebih lembap diharapkan membuat bibir tidak terlalu cepat kehilangan kelembapannya.
5. Cukupi kebutuhan air sepanjang hari
Dehidrasi dapat membuat kulit, termasuk bibir, lebih mudah terasa kering. Karena itu, minum air secara teratur sepanjang hari lebih baik daripada menunggu rasa haus menjadi sangat kuat.
Menurut Alston, pemenuhan cairan memberi hidrasi yang dibutuhkan kulit untuk melindungi dirinya. Kondisi tubuh yang terhidrasi membantu menjaga kelembapan kulit secara lebih menyeluruh, termasuk pada area bibir.
Lifestyle Kompas menyoroti bahwa pencegahan bibir pecah-pecah membutuhkan gabungan beberapa kebiasaan, bukan hanya mengandalkan satu produk. Mengenali pemicu pribadi dan menjaga kelembapan secara konsisten dapat membantu mengurangi keluhan pada bibir.
