50 Mobil Listrik Disiapkan Bhisa, Pengemudi Dipilih Ketat dan Dibina Demi Layanan Aman

Author: Redaksi Android62

Bhisa mulai menyiapkan 50 unit mobil listrik untuk masuk ke layanan travel secara bertahap pada pertengahan Juni 2026. Namun, perusahaan tidak hanya menyorot kendaraan baru itu, melainkan juga orang yang akan mengoperasikannya di lapangan.

Di tengah persaingan bisnis travel yang makin ketat, Bhisa memilih menjadikan kualitas layanan pengemudi sebagai pembeda utama. Karena itu, puluhan driver lebih dulu disaring, dibina, dan didampingi agar siap melayani penumpang dengan standar yang lebih aman dan profesional.

Pembekalan driver dilakukan di pool Bhisa Mekarwangi, Bandung, pada Rabu (3/6/2026). Dalam kegiatan itu, perusahaan memasukkan para pengemudi ke kelas pelatihan sebelum mobil listrik resmi turun ke rute pelayanan.

Operasional Manager Bhisa Shuttle, Deny Cahya, menjelaskan bahwa unit mobil listrik yang baru akan ditangani oleh orang-orang pilihan. Ia menegaskan bahwa proses tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang disiapkan perusahaan untuk menjaga kualitas operasional.

Menurut Deny, persaingan travel saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kendaraan yang digunakan. Bhisa karena itu memperkuat standar layanan melalui pelatihan rutin yang terus dijalankan agar kualitas di lapangan tetap terjaga.

Pendekatan itu juga tidak berhenti pada satu kali pelatihan. Perusahaan menyiapkan pengawasan secara reguler supaya pembinaan tetap berjalan setelah driver kembali bertugas.

Tidak hanya teknik berkendara

Pembekalan yang diberikan Bhisa tidak sebatas soal kemampuan mengemudi. Perusahaan juga memasukkan pendampingan psikologis sebagai bagian dari proses persiapan driver.

Deny Cahya mengatakan, pengemudi yang memiliki persoalan pribadi akan dipanggil untuk mendapat pendampingan. Masalah rumah tangga termasuk salah satu kondisi yang menjadi perhatian perusahaan.

Langkah itu diambil agar kondisi mental driver tetap stabil saat melayani penumpang. Bhisa juga memantau pengemudi ketika mereka berada dalam keadaan stres supaya pelayanan tetap aman, nyaman, dan konsisten.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perubahan armada ke mobil listrik di Bhisa tidak hanya berkaitan dengan perpindahan teknologi. Pergeseran itu juga menyentuh kesiapan sumber daya manusia yang berhadapan langsung dengan pelanggan setiap hari.

Rute awal dan penguatan layanan

Pada tahap awal, mobil listrik Bhisa disiapkan untuk perjalanan jarak pendek. Rute yang disasar mencakup Bandung, Purwakarta, Karawang, dan Cirebon.

Bhisa menyebut penggantian armada lama ke mobil listrik akan dilakukan secara bertahap. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk menyesuaikan layanan dengan perkembangan teknologi transportasi sekaligus mendukung pengurangan emisi.

Perusahaan selama ini melayani mobilitas penumpang ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta. Karena itu, penyesuaian armada dan penguatan kapasitas driver dianggap penting untuk menjaga daya saing.

Deny Cahya juga menyoroti bahwa banyak rekanan atau unit travel lain sudah memakai mobil yang mirip. Menurut dia, pembeda sesungguhnya ada pada cara penumpang dilayani sejak awal hingga akhir perjalanan.

Harapan serupa disampaikan HR Manager Bhineka Sangkuriang Shuttle, Winardi. Ia menilai transformasi ini diharapkan membuat kendaraan listrik Bhisa tetap menjadi travel terbaik dengan menjaga kenyamanan dan keselamatan pelanggan.

Dengan 50 unit mobil listrik yang mulai disiapkan dan driver yang melalui pelatihan, seleksi, serta pendampingan, Bhisa ingin memastikan layanan baru itu tidak hanya modern dari sisi armada. Perusahaan juga ingin memastikan kesiapan pengemudi tetap menjadi kunci utama saat operasional bertahap dimulai pada pertengahan Juni 2026.

Berita Terbaru