Aksi bersih sungai di Pekalongan berubah menjadi pemandangan yang tidak biasa saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid ikut berlari bersama para peserta. Di tengah rute, rombongan kemudian berhenti dan turun langsung ke aliran sungai untuk mengangkat sampah plastik yang menumpuk.
Kegiatan itu digelar dalam rangka kampanye Sungai Watch, organisasi nirlaba asal Bali yang membawa pesan lingkungan lewat gerakan lari. Pekalongan menjadi kota ke-21 yang disinggahi dalam rangkaian kampanye bertajuk “Lari 1.200 km dari Bali ke Jakarta”.
Rute lari dimulai dari Lapangan Mataram pukul 06.30 dan berakhir di Museum Batik Pekalongan. Para peserta melintasi Jalan Sumatera, Jalan Irian, Jalan Sulawesi, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Hasanuddin dengan jarak sekitar lima kilometer.
Di tengah perjalanan, rombongan berhenti di salah satu titik aliran sungai di Kelurahan Kergon. Di lokasi itu, tim Sungai Watch bersama para peserta masuk ke sungai dan memungut sampah plastik yang memenuhi aliran air.
Gerakan komunitas ikut menguat
Dalam kegiatan tersebut, tiga pendiri Sungai Watch asal Prancis (Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib) ikut berlari bersama gubernur, wali kota, dan jajaran Forkopimda Kota Pekalongan. Sekitar 100 pelari dari berbagai komunitas lari di Kota Pekalongan juga meramaikan aksi itu.
Keterlibatan banyak pihak membuat pesan lingkungan dalam kegiatan ini terasa lebih luas. Isu sampah sungai tidak hanya ditempatkan sebagai urusan pemerintah, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama yang bisa dikerjakan lewat partisipasi komunitas.
Bagi Pekalongan, aksi tersebut sekaligus menampilkan kondisi sungai yang masih dipenuhi sampah plastik. Pembersihan yang dilakukan di tengah rute lari memberi gambaran langsung tentang persoalan yang masih dihadapi warga dan relawan di lapangan.
Pesan soal plastik sekali pakai
Wali Kota Pekalongan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan itu di daerahnya. Ia menilai aksi tersebut berjalan lancar sekaligus memberi contoh nyata tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Ia juga menyoroti bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah. Menurutnya, masyarakat perlu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mulai membiasakan gaya hidup ramah lingkungan.
Wali kota menegaskan bahwa peran warga sangat penting, mulai dari rumah tangga hingga tingkat kelurahan. Dukungan masyarakat dibutuhkan untuk memperkuat pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan sungai di Kota Pekalongan.
Dukungan dari pemerintah daerah
Kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambah dukungan terhadap kampanye bersih sungai di wilayah pesisir utara Jawa itu. Aksi lari bersama ini menunjukkan bahwa pesan lingkungan dapat disampaikan lewat kegiatan publik yang ringan, tetapi tetap memiliki dampak simbolik yang kuat.
Sungai Watch sendiri menggabungkan gerakan fisik, keterlibatan komunitas, dan aksi bersih sungai di berbagai daerah yang disinggahi. Di Pekalongan, pendekatan itu dipadukan dengan partisipasi pejabat daerah dan pelari lokal untuk menegaskan bahwa masalah sampah plastik memerlukan kerja bersama.
Di lapangan, fokus utama kegiatan tetap pada sungai yang harus dijaga dari timbunan sampah. Melalui lari singkat dan aksi bersih di titik aliran sungai, pesan yang dibawa bukan sekadar ajakan berolahraga, melainkan dorongan agar warga lebih disiplin mengurangi plastik dan menjaga lingkungan sekitar.
Source: pantura.suaramerdeka.com