Peringatan May Day di Jawa Tengah berlangsung dengan suasana yang tenang, tertib, dan kondusif di berbagai wilayah. Bagi Polda Jawa Tengah, kondisi itu menjadi tanda bahwa ruang demokrasi di daerah ini berjalan dengan semakin matang.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menilai penyampaian aspirasi yang santun dan bertanggung jawab menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia juga menyebut situasi damai itu lahir dari sinergi banyak pihak, mulai dari peserta aksi, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat.
Di Kota Semarang, aksi di depan Kantor Balaikota berakhir sekitar pukul 17.00 WIB tanpa gesekan berarti. Seusai aksi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti datang langsung menemui peserta di depan gerbang Balaikota untuk menerima aspirasi dan tuntutan mereka.
Kehadiran kepala daerah itu mendapat apresiasi dari peserta aksi. Mereka berharap aspirasi yang sudah disampaikan tidak berhenti di forum dialog, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata dari pemerintah daerah.
Pola dialog terbuka juga terlihat di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Aksi yang melibatkan aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat tetap berlangsung tertib hingga sore hari.
Di lokasi itu, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi hadir bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat. Mereka kemudian menemui peserta aksi setelah audiensi perwakilan buruh dan mahasiswa dengan gubernur di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur.
Artanto yang memantau langsung jalannya kegiatan menyebut kondisi kondusif tersebut sebagai hasil kerja bersama. Menurut dia, cara menyampaikan pendapat yang tertib dan tidak memicu gangguan ketertiban umum memperlihatkan bahwa kebebasan berpendapat bisa berjalan berdampingan dengan penghormatan terhadap kepentingan publik.
Ia menegaskan bahwa aksi damai ikut menjaga stabilitas kamtibmas. Pada saat yang sama, aktivitas masyarakat umum tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh rangkaian peringatan May Day.
Polda Jateng pun memberi apresiasi kepada semua pihak yang menyampaikan aspirasi tanpa memicu gangguan ketertiban. Kepolisian menilai, suasana aman dan dialogis di Jawa Tengah dapat menjadi contoh bahwa penyampaian pendapat di muka umum tetap bisa dilakukan secara bermartabat dan bertanggung jawab.
