Bandung Serap Rp93 Miliar, Penyaluran Kredit Pintar di Jabar Tembus Rp581 Miliar

Author: Redaksi Android62

Kota Bandung menjadi daerah dengan penyaluran terbesar saat Kredit Pintar mengalirkan pinjaman senilai Rp581 miliar di Jawa Barat sepanjang kuartal I-2026. Di wilayah yang sama, Cimahi juga ikut mencatat penyaluran Rp8,9 miliar, sehingga dua kota itu terlihat paling menonjol dalam pemanfaatan pembiayaan digital pada periode tersebut.

Angka itu menunjukkan bahwa kebutuhan modal cepat di daerah masih besar, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Dalam banyak kondisi, akses dana yang lebih cepat dipakai untuk menjaga aktivitas usaha tetap berjalan dan membantu arus kas agar tidak tersendat.

Kebutuhan pembiayaan masih kuat di daerah

Realisasi penyaluran di Jawa Barat memberi gambaran bahwa layanan pinjaman daring masih memiliki ruang pemanfaatan yang luas. Kredit Pintar mencatat pembiayaan tersebut bukan hanya sebagai bentuk akses dana, tetapi juga sebagai respons atas kebutuhan masyarakat yang membutuhkan solusi keuangan dalam waktu singkat.

Kota Bandung tampil paling besar dibanding wilayah lain yang disebutkan, dengan kontribusi Rp93 miliar. Sementara itu, Cimahi mencatat realisasi Rp8,9 miliar dan ikut memperlihatkan bahwa wilayah penyangga pusat pertumbuhan ekonomi juga membutuhkan akses pembiayaan digital.

Pinjaman daring diposisikan sebagai alat bantu keuangan

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menilai pinjaman daring perlu dipahami sebagai instrumen keuangan yang dapat membantu masyarakat bila digunakan secara tepat. Ia menyebut pembiayaan yang sesuai kebutuhan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pandangan itu sejalan dengan upaya perusahaan untuk menghadirkan layanan yang cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Kredit Pintar juga menekankan pentingnya pemahaman yang lebih positif terhadap layanan pinjaman daring di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan digital.

Dampak yang dirasakan pelaku usaha kecil

Penyaluran dana di Jawa Barat memperlihatkan bahwa pinjaman digital tidak selalu digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Data penyaluran tersebut juga mengarah pada fungsi yang lebih luas, mulai dari membantu modal kerja hingga menjaga kelancaran usaha harian.

Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, akses dana cepat dapat memberi ruang bernapas saat kebutuhan operasional muncul mendadak. Dalam konteks itu, pembiayaan digital menjadi salah satu jalur yang dinilai relevan untuk menjaga aktivitas ekonomi lokal tetap bergerak.

Cimahi mendapat sorotan lewat aktivitas UMKM

Selain melalui penyaluran pinjaman, Kredit Pintar juga menggelar Festival Pasar Rakyat di Lapangan Brigif Kujang 15, Cimahi. Kegiatan ini menghadirkan puluhan pelaku UMKM lokal dan membuka interaksi langsung antara penjual serta masyarakat.

Festival tersebut menampilkan bazar produk kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan. Kehadiran beragam usaha dalam satu ruang memberi kesempatan promosi yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan antara pelaku UMKM dan calon pembeli.

Skala layanan yang terus berkembang

Sejak berdiri pada 2017, Kredit Pintar telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp63 triliun secara kumulatif. Capaian itu menunjukkan skala layanan yang terus bertumbuh seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital.

Platform pinjaman daring yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan itu juga telah diunduh lebih dari 36 juta kali. Jumlah tersebut menggambarkan jangkauan layanan yang luas dan tingginya pemanfaatan masyarakat terhadap pembiayaan digital.

Dengan penyaluran Rp581 miliar di Jawa Barat pada kuartal I-2026, kebutuhan pembiayaan di daerah masih terlihat nyata, sementara Bandung dan Cimahi muncul sebagai wilayah yang paling menonjol dalam realisasi dana tersebut.

Source: ekbis.sindonews.com
Berita Terbaru