Bappeda Jateng Tunjukkan Wajah Baru Perencanaan, dari KITB hingga Produk Desa Binaan

Author: Redaksi Android62

Bappeda Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan Jateng Fair 2026 untuk menampilkan cara baru memperlihatkan pembangunan daerah kepada publik. Di stan pameran, lembaga ini membawa maket Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), video penyusunan dokumen perencanaan, perkembangan proyek jalan tol, hingga program unggulan Speling atau Dokter Spesialis Keliling.

Penyajian itu memperlihatkan bahwa perencanaan pembangunan tidak lagi berhenti pada dokumen, tetapi dibawa lebih dekat agar masyarakat bisa melihat arah kebijakan secara lebih terbuka. Pengunjung juga disediakan akses ke dokumen perencanaan daerah melalui tautan digital sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik.

UMKM desa binaan ikut mendapat panggung

Selain menampilkan informasi pembangunan, Bappeda memberi ruang bagi produk unggulan UMKM dari desa-desa dampingan. Produk yang dipamerkan meliputi makanan olahan, kerajinan, dan batik khas dari sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Langkah itu menunjukkan bahwa agenda pembangunan daerah diarahkan agar memberi dampak langsung pada ekonomi warga. Adi Raharjo menyebut setiap organisasi perangkat daerah memiliki desa dampingan, dan Jateng Fair dimanfaatkan untuk mengenalkan produk unggulan desa binaan Bappeda kepada masyarakat yang lebih luas.

Peran Bappeda dalam tema transformasi

Ajang yang berlangsung di PRPP Kota Semarang pada 26 Juni hingga 5 Juli 2026 itu mengusung tema “Action for Transformation”. Menurut Sekretaris Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Adi Raharjo, tema tersebut dibaca sebagai dorongan untuk memperkuat capaian yang sudah ada lewat inovasi, bukan meninggalkan hasil pembangunan sebelumnya.

Adi menegaskan, keikutsertaan Bappeda di Jateng Fair bukan sekadar mengisi ruang pamer. Kehadiran itu juga menjadi sarana mengenalkan peran strategis Bappeda sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah yang mengawal arah pembangunan Jawa Tengah.

Harapan agar publik lebih dekat dengan pembangunan

Bappeda berharap Jateng Fair 2026 kembali menjadi ajang yang menghidupkan semangat masyarakat seperti pada masa kejayaannya dulu. Lembaga ini juga ingin pengunjung memperoleh informasi tentang program pembangunan, melihat potensi unggulan daerah, dan memahami peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan kombinasi visual proyek strategis, dokumen perencanaan yang lebih mudah diakses, dan promosi produk desa binaan, stan Bappeda Jateng memperlihatkan bahwa pembangunan bisa disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dirasakan publik. Cara itu sekaligus menegaskan bahwa inovasi perencanaan tidak hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi juga tentang manfaat yang sampai ke warga.

Source: joglojateng.com
Berita Terbaru