BI Tegal Dorong QRIS ke Kuliner Daerah, 15 Tim Lomba Siap Bawa UMKM Naik Kelas

Author: Redaksi Android62

Bank Indonesia (BI) Tegal mendorong perluasan digitalisasi pembayaran lewat QRIS Jelajah (Kuliner) Indonesia 2026 yang digelar di wilayah kerjanya. Program ini sekaligus diarahkan untuk menggerakkan transaksi UMKM dan memperkuat ekonomi daerah melalui sektor kuliner serta pariwisata.

Kegiatan pembuka berlangsung di festival Kuliner Klenteng Tek Hay Kong, Kota Tegal, pada Sabtu (11/7). Formatnya dibuat sebagai kompetisi yang memadukan edukasi, eksplorasi budaya, dan pengalaman langsung menggunakan layanan pembayaran digital.

15 tim melaju ke tahap kompetisi

Kepala BI Nasional Tegal, Bilamala, mengatakan QRIS Jelajah Indonesia merupakan program BI yang dijalankan secara berkala. Ia menekankan bahwa sektor pariwisata dipilih karena memiliki efek berganda yang besar bagi ekonomi daerah.

“Kota Tegal ini banyak sekali kulinernya dan akan dirangkaikan dengan dua daerah lainnya, yaitu Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes. Dan ini sudah terpilih 15 tim yang lolos dan mereka harus melakukan apa namanya, branding,” ujar Bilamala.

Menurut dia, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner daerah, tetapi juga ruang kampanye penggunaan QRIS. Di dalamnya, BI turut mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah serta penguatan gerakan Rupiah Cinta Bangga Paham.

Informasi Utama Detail
Wilayah kerja BI Tegal Kabupaten/Kota Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan
Bentuk kegiatan Kompetisi QRIS Jelajah (Kuliner) Indonesia 2026
Lokasi pembukaan Festival Kuliner Klenteng Tek Hay Kong, Kota Tegal
Peserta lolos 15 tim

Digitalisasi juga menyasar wisata kuliner

Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Ia menyebut Pemerintah Kota Tegal terus mendorong digitalisasi, termasuk pada sektor pariwisata dan wisata kuliner.

Agus mengatakan penggunaan transaksi elektronik seperti QRIS diharapkan makin meluas dan ikut mengangkat sektor wisata di Kota Tegal. Pemerintah Kota Tegal juga telah menerapkan digitalisasi pembayaran di sejumlah layanan publik.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat agar perubahan sistem pembayaran bisa berjalan lebih cepat dan merata.

Pemanfaatan QRIS dan inovasi sistem pembayaran lain kini semakin terintegrasi dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Langkah itu dinilai dapat membantu daya saing UMKM, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru