Bulog Siapkan 893 Ribu Ton Beras SPHP Pada 2026, Harga Pangan Tetap Dijaga

Perum Bulog menyiapkan penyaluran 893 ribu ton beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP sepanjang 2026. Target ini dipasang untuk menjaga harga beras tetap terkendali di level konsumen ketika pengawasan pasokan dan harga masih dibutuhkan secara ketat.

Skema SPHP tetap menjadi alat utama Bulog dalam meredam gejolak harga pangan. Dengan distribusi yang dijaga melalui banyak jalur, suplai beras diharapkan bisa lebih cepat sampai ke masyarakat saat pasar membutuhkan tambahan pasokan.

Distribusi dibuat menyebar ke banyak saluran

Bulog tidak hanya mengandalkan satu jalur dalam menyalurkan beras SPHP. Penyaluran dilakukan lewat pedagang pengecer di pasar, BUMN, Gerakan Pangan Murah, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta dukungan TNI dan Polri.

Pola ini dipakai agar beras bisa menjangkau masyarakat di berbagai wilayah dengan lebih cepat. Melalui banyak saluran, Bulog juga mendapat ruang untuk menyesuaikan suplai sesuai kebutuhan daerah dan kondisi pasar setempat.

Harga dijaga dalam batas yang sudah ditetapkan

Program SPHP dirancang untuk menahan laju kenaikan harga beras agar tetap berada dalam koridor harga eceran tertinggi. Di lapangan, beras SPHP disalurkan ke mitra dengan harga Rp11 ribu per kilogram.

Setelah itu, beras tersebut dijual ke masyarakat dengan batas maksimal Rp12.500 per kilogram. Skema harga ini membuat SPHP menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga pasar tetap stabil dan terjangkau.

Jawa Timur jadi salah satu wilayah kunci

Di Jawa Timur, penyaluran SPHP hingga April sudah menembus lebih dari 30 ribu ton. Capaian itu menempatkan provinsi ini di posisi kedua secara nasional dan menunjukkan besarnya kebutuhan pasar di wilayah tersebut.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, menyebut pemantauan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok atau SP2KP menunjukkan harga beras medium di Jawa Timur masih tergolong aman. Meski begitu, distribusi tetap dijaga agar pasokan tidak tersendat saat kebutuhan masyarakat meningkat.

Koperasi desa ikut memperluas akses

Jangkauan SPHP juga diperkuat lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang jumlahnya kini mencapai 386 unit di Jawa Timur. Kehadiran koperasi ini membantu memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP di tingkat lokal.

Jalur koperasi juga mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dalam program makan bergizi gratis. Dengan penyaluran yang berkala, Bulog dapat menyesuaikan volume distribusi mengikuti kebutuhan di lapangan.

Koordinasi pengawasan ikut dijaga

Bulog menempatkan koordinasi dengan Satgas Pangan sebagai bagian dari upaya menjaga distribusi tetap lancar. Pengawasan ini penting agar beras SPHP tidak hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga bisa mengalir saat pasar memerlukan tambahan pasokan.

Dengan target 893 ribu ton pada 2026, SPHP ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keterjangkauan pangan. Jalur distribusi yang beragam, harga yang terkontrol, dan pemantauan pasar yang aktif menjadi penopang utama agar beras tetap mudah diakses masyarakat.

Source: jatim.antaranews.com

Berita Terkait