Cadangan Kurban Jawa Barat Naik Jelang Iduladha 2026, Pemeriksaan Kesehatan Diperketat

Author: Redaksi Android62

Jawa Barat menyiapkan pasokan hewan kurban dengan kondisi yang relatif longgar menjelang Iduladha 2026. Ketersediaan domba, sapi, kambing, dan kerbau dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pengawasan kesehatan hewan ikut diperketat agar hewan yang beredar tetap layak disembelih.

Data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional atau iSIKHNAS menunjukkan stok domba di Jawa Barat diperkirakan mencapai 223.812 ekor. Angka itu lebih tinggi dibandingkan 187.395 ekor pada Iduladha sebelumnya, sehingga ruang pasokan di pasar kurban terlihat lebih lapang.

Kenaikan juga terjadi pada sapi kurban. Populasi sapi yang tersedia tahun ini diperkirakan sekitar 120.916 ekor, naik dari 99.565 ekor pada Iduladha 2025.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Linda Al Amin, menjelaskan peningkatan stok hewan kurban tidak lepas dari masih adanya sisa hewan kurban tahun lalu yang belum terjual. Sisa pasokan tersebut ikut menambah ketersediaan hewan pada tahun ini.

Komposisi stok berubah, tetapi pasokan tetap aman

Tidak semua jenis hewan menunjukkan tren yang sama. Jumlah kambing diperkirakan mencapai 61.578 ekor, turun tipis dari 63.319 ekor pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, stok kerbau justru naik cukup tajam. Tahun ini jumlahnya mencapai 700 ekor, jauh di atas 336 ekor pada periode sebelumnya.

Perubahan komposisi itu tidak membuat Jawa Barat kekurangan pasokan. Ketersediaan yang ada tetap dinilai memadai untuk menghadapi permintaan masyarakat, termasuk saat kebutuhan mulai meningkat menjelang puncak Iduladha.

Pengawasan kesehatan dimulai sejak awal

Selain memastikan stok, pemerintah provinsi juga menaruh perhatian besar pada lalu lintas hewan kurban. Pemprov Jabar memperketat pemantauan sejak Januari 2026 melalui aplikasi iSIKHNAS agar hewan yang beredar tetap sehat dan layak disembelih.

Pengawasan ini dilakukan saat hewan masuk dan berpindah antarwilayah. Dengan cara itu, potensi hewan bermasalah dapat ditekan lebih awal sebelum sampai ke pasar atau ke pembeli.

Petugas juga memeriksa kelengkapan dokumen kesehatan hewan. Pemeriksaan mencakup Surat Keterangan Kesehatan Hewan hingga sertifikat veteriner atau SV.

Vaksin PMK menjadi syarat penting

Linda menegaskan hewan kurban yang masuk dan beredar di Jawa Barat juga dipastikan sudah mendapat vaksin penyakit mulut dan kuku. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hewan jelang Iduladha.

Fokus pada kesehatan hewan dianggap penting karena kurban tidak hanya soal jumlah hewan yang tersedia. Aspek kelayakan untuk disembelih dan dikonsumsi juga menjadi bagian utama dalam pengawasan.

Dengan stok yang mencukupi dan pengawasan kesehatan yang diperketat, Jawa Barat memasuki persiapan Iduladha 2026 dengan kondisi yang lebih siap. Pemerintah provinsi berharap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa mengendurkan standar kesehatan hewan di lapangan.

Source: radarcirebon.disway.id
Berita Terbaru