China Dorong Standar Otomotif Asia Tenggara Lewat Thailand, Pengaruhnya Mulai Terasa

Author: Redaksi Android62

Langkah China memperluas pengaruh di industri otomotif Asia Tenggara kini bergerak ke wilayah yang paling strategis, yakni standar, pengujian, dan sertifikasi. Peluncuran CATARC Southeast Asia Testing and Certification Service Co., Ltd. di Bangkok memperlihatkan bahwa persaingan otomotif di kawasan ini tidak lagi hanya soal penjualan kendaraan.

Perusahaan baru tersebut diluncurkan pada Senin (22/6) di Bangkok, bertepatan dengan konferensi penjajakan bisnis industri otomotif China-Thailand. Acara itu dihadiri lebih dari 100 perwakilan pemerintah, asosiasi industri, dan perusahaan dari kedua negara.

Thailand menjadi titik masuk utama

Thailand dipilih sebagai lokasi karena posisinya sebagai pusat manufaktur otomotif utama di Asia Tenggara. Negara ini juga memiliki rantai pasokan industri yang sudah mapan, sehingga dianggap cocok untuk pengembangan layanan teknis otomotif skala regional.

Di saat yang sama, pasar kendaraan energi baru di Thailand tumbuh cepat. Data Federasi Industri Thailand menunjukkan lebih dari 75.000 kendaraan listrik berbasis baterai didaftarkan dalam empat bulan pertama tahun ini, atau naik lebih dari 88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan itu membuat kebutuhan terhadap pengujian, validasi teknologi, dan penyesuaian standar ikut meningkat. Kondisi ini menjadi latar yang menguntungkan bagi hadirnya layanan sertifikasi dan konsultasi yang menyesuaikan kebutuhan pasar lokal.

CATARC memperluas pijakan regional

CATARC adalah singkatan dari China Automotive Technology and Research Center Co., Ltd., lembaga penelitian dan teknologi otomotif terkemuka di China. Kehadiran entitas baru di Thailand menjadi tonggak penting karena ini merupakan anak perusahaan pertama CATARC di Asia Tenggara.

Wakil direktur utama CATARC, Zhou Hua, menyatakan pendirian perusahaan di kawasan ini menandai langkah penting dalam strategi internasionalisasi CATARC. Ia menekankan bahwa perusahaan tersebut akan mendorong penyelarasan standar otomotif di Asia Tenggara sekaligus meningkatkan layanan konsultasi dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Sekretaris tetap Kementerian Perindustrian Thailand, Nattapol Rangsitpol, juga menilai kehadiran perusahaan CATARC untuk kawasan Asia Tenggara di Thailand akan memperkuat kerja sama kedua negara. Bidang yang disebut meliputi teknologi pengemudian pintar, standar dan sertifikasi, serta pengembangan yang didorong oleh inovasi.

Hubungan industri China-Thailand makin dalam

Peluncuran perusahaan ini tidak lepas dari semakin eratnya hubungan industri otomotif China dan Thailand. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen mobil asal China terus memperluas keberadaan mereka di pasar Thailand, termasuk melalui pembangunan fasilitas manufaktur.

Sejumlah produsen mobil China telah mendirikan fasilitas produksi di Thailand dengan total investasi melebihi 90 miliar baht. Nilai itu setara sekitar 2,8 miliar dolar AS.

Investasi tersebut turut menciptakan lebih dari 120.000 lapangan kerja di berbagai bidang. Dampaknya membuat Thailand semakin penting sebagai basis industri sekaligus pintu masuk pengembangan teknologi otomotif di kawasan.

Di tengah arus investasi itu, hadirnya CATARC Southeast Asia Testing and Certification Service Co., Ltd. memberi dukungan pada sisi teknis dan regulatif industri. Keberadaan layanan ini berpotensi membantu sinkronisasi antara kebutuhan manufaktur, perkembangan teknologi, dan standar pasar Asia Tenggara.

Bagi perusahaan China, fasilitas seperti ini dapat memudahkan adaptasi terhadap kebutuhan lokal dan regional yang terus berubah. Bagi Thailand, tambahan infrastruktur layanan pengujian dan sertifikasi memperkuat posisinya sebagai pusat otomotif regional yang kian relevan di era elektrifikasi.

Berita Terbaru