Sebanyak 200 lowongan kerja disiapkan untuk warga Cimanggung melalui bursa kerja yang menjadi bagian dari program Kampung Sosial. Peluang itu dibuka di sektor menjahit dan kelistrikan, dengan harapan langsung mendorong perbaikan ekonomi masyarakat setempat.
Langkah ini menempatkan Cimanggung, Sumedang, sebagai wilayah yang diuji untuk melihat seberapa jauh penanganan kemiskinan berbasis wilayah bisa memberi hasil nyata. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya membawa bantuan sosial, tetapi juga merangkai layanan pendampingan, bantuan dasar, dan akses peningkatan ekonomi dalam satu paket intervensi.
Fokus pada wilayah dengan kantong kemiskinan terbesar
Cimanggung dipilih karena memiliki jumlah warga pada kategori desil rendah paling banyak di Kabupaten Sumedang. Di wilayah ini, ada empat desa yang masuk kategori tersebut, sehingga kawasan itu diprioritaskan sebagai pusat pelaksanaan Kampung Sosial.
Pendekatan ini menunjukkan arah baru penanganan kemiskinan yang tidak lagi mengandalkan program umum semata. Pemerintah provinsi memilih intervensi berbasis wilayah agar penanganan lebih terukur dan lebih dekat dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih menjelaskan bahwa Kampung Sosial dirancang untuk memperluas layanan sosial bagi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial atau PPKS di tingkat desa. Program ini menggabungkan berbagai intervensi pemerintah agar dampaknya tidak terputus di satu titik saja.
Kemiskinan masih jadi pekerjaan besar di Sumedang
Data Badan Pusat Statistik mencatat angka kemiskinan di Sumedang berada di level 8,81 persen atau sekitar 105,82 ribu jiwa. Angka itu memang turun dari tahun sebelumnya yang tercatat 9,10 persen.
Meski menurun, data tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan untuk menekan kemiskinan masih panjang. Karena itu, Kampung Sosial diposisikan sebagai model yang lebih dekat dengan akar persoalan dan lebih mudah diukur hasilnya.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa keberhasilan program ini harus terlihat dari penurunan nyata angka kemiskinan. Ia meminta indikator yang jelas dan terukur pada akhir tahun agar hasil program tidak hanya berhenti sebagai catatan administrasi.
Intervensi sosial dan ekonomi berjalan bersamaan
Selain membuka akses kerja, program ini juga menyiapkan layanan pendampingan sosial dan bantuan dasar bagi warga yang membutuhkan. Pola tersebut diharapkan membuat penanganan masalah sosial berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Kehadiran bursa kerja menjadi pintu masuk penting untuk menambah daya ekonomi warga Cimanggung. Dengan lowongan di sektor menjahit dan kelistrikan, pemerintah berharap kesempatan kerja itu bisa segera dimanfaatkan masyarakat setempat.
Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat dilibatkan dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi itu diarahkan untuk membangun lingkungan yang inklusif sekaligus memperkuat daya masyarakat di tingkat lokal.
Dony menambahkan, Kampung Sosial harus tumbuh sebagai gerakan bersama yang lahir dari kesadaran dan kepedulian sosial masyarakat. Dengan begitu, penanganan kemiskinan tidak berhenti sebagai urusan pemerintah, melainkan menjadi gotong royong yang berkelanjutan di tingkat desa.
Di Cimanggung, keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur penting bagi arah penanganan kemiskinan di Sumedang. Pada wilayah dengan empat desa kategori desil rendah itu, hasil kerja lapangan akan menunjukkan apakah intervensi terpadu benar-benar bisa mempercepat perubahan.
Source: jabar.antaranews.com