Gencatan Senjata Baru Diumumkan, Roket Lebanon Tetap Lukai Tujuh Warga di Karmiel dan Nahariya

Author: Redaksi Android62

Gelombang serangan dari Lebanon kembali mengguncang Israel utara dan membuat tujuh warga sipil terluka di Karmiel serta Nahariya. Ledakan yang terjadi juga memicu kebakaran, merusak sejumlah fasilitas, dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa titik di Galilea Barat.

Di Karmiel, satu korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis setelah terkena proyektil. Channel 12 menyebut ada enam warga terluka di kota itu, sementara satu korban lain mengalami luka akibat serpihan di Nahariya.

Api, kerusakan, dan kepanikan warga

Serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga meninggalkan dampak langsung pada lingkungan sekitar. Api dilaporkan membakar bangunan dan kendaraan di area yang terdampak, sedangkan beberapa distrik di Karmiel kehilangan pasokan listrik setelah wilayah itu terkena serangan.

Sistem pertahanan udara sempat diaktifkan untuk menghadang ancaman yang datang dari arah Lebanon. Namun, beberapa proyektil tetap berhasil mencapai sasaran dan memicu situasi darurat di kawasan perbatasan.

Sirene peringatan terdengar dan membuat warga bergegas menuju bunker bawah tanah untuk berlindung. Kondisi itu memperlihatkan betapa cepatnya serangan udara dapat mengganggu aktivitas sipil di wilayah utara Israel.

Puluhan roket dan drone ikut terpantau

Dalam waktu kurang dari satu jam, militer mencatat sekitar 25 roket meluncur ke arah Galilea Barat. Selain roket, tiga drone dari Lebanon juga dilaporkan memasuki wilayah udara tersebut.

Ketiga drone itu disebut berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran yang lebih jauh. Meski begitu, rangkaian serangan yang datang hampir bersamaan tetap menambah tekanan pada sistem pertahanan udara Israel di wilayah utara.

Pola serangan ini menunjukkan bahwa ancaman tidak hanya datang dari satu jalur. Situasi tersebut membuat aparat terus meningkatkan kewaspadaan di sejumlah kota perbatasan.

Serangan di tengah gencatan senjata yang rapuh

Insiden terbaru ini muncul saat upaya meredam konflik di perbatasan sedang berlangsung. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berlaku mulai Kamis tengah malam waktu setempat.

Meski kesepakatan itu sudah diumumkan, laporan di lapangan menunjukkan suasana masih jauh dari stabil. Sirene peringatan udara disebut terdengar setidaknya dua kali di tujuh kota berbeda di wilayah utara.

Kondisi itu membuat warga diminta tetap waspada karena situasi perbatasan belum benar-benar tenang. Serangan ke Karmiel dan Nahariya menjadi pengingat bahwa ancaman masih dapat muncul meski ada dorongan diplomatik untuk menghentikan pertempuran.

Konflik bersenjata antara kedua pihak disebut telah berlangsung intens sejak kampanye militer dimulai Maret lalu. Bentrokan tersebut telah memicu lebih dari 2.000 korban jiwa dan membuat sekitar 1 juta orang meninggalkan rumah mereka akibat meluasnya zona pertempuran.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru