Real Betis datang ke Montilivi dalam situasi yang lebih rumit setelah tersingkir dari Liga Europa usai kalah 2-4 dari Braga. Di tengah tenaga yang terkuras dan kebutuhan untuk segera merespons, Manuel Pellegrini diperkirakan melakukan beberapa penyesuaian penting dalam susunan pemain saat menghadapi Girona pada jornada 33 LALIGA.
Laga ini terasa krusial bukan hanya karena posisi Betis yang butuh pemulihan mental, tetapi juga karena Girona ingin menjaga langkah mereka di papan tengah. Kedua tim membawa kepentingan yang berbeda, sehingga pilihan susunan inti bisa menjadi faktor yang ikut menentukan arah pertandingan.
Betis mencari reaksi cepat dari rotasi Pellegrini
Betis dipandang perlu mengatur ulang komposisi tim setelah jadwal yang padat dan hasil yang mengecewakan di kompetisi Eropa. Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah kembalinya Álvaro Valles ke bawah mistar, menggantikan Pau López.
Di lini belakang, Betis juga mendapat dorongan dari pulihnya Natan da Silva setelah menjalani hukuman larangan bermain saat melawan Braga. Kehadiran Natan membuka jalan bagi Marc Bartra untuk dipasang sebagai tandem di jantung pertahanan, terlebih Diego Llorente tidak tersedia akibat esguince pergelangan kaki.
Lo Celso dan Isco jadi pusat perhatian
Sektor kreatif Betis juga menyimpan banyak tanda tanya, tetapi sekaligus menawarkan solusi. Giovani Lo Celso berpeluang tampil sejak awal setelah sebelumnya hanya menjadi pemain pengganti saat melawan Osasuna, sedangkan Isco Alarcón kembali masuk dalam daftar opsi setelah sempat berada di bangku cadangan pada laga Eropa.
Pellegrini disebut tetap berhati-hati dalam mengatur menit bermain Isco agar sang pemain tidak dipaksa terlalu cepat di fase musim yang penting. Di sisi lain, Lo Celso bisa menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini depan karena kualitasnya dalam mengalirkan bola dan menjaga ritme serangan.
Peluang pemain pelapis ikut terbuka
Kondisi skuad Betis membuat beberapa nama yang lebih jarang tampil ikut berada dalam radar. Sergi Altimira, Nelson Deossa, dan Rodrigo Riquelme disebut sebagai opsi yang bisa mendapat kesempatan, tergantung kebutuhan taktik yang dipilih Pellegrini.
Situasi ini menunjukkan bahwa Betis tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga berusaha menjaga keseimbangan tim untuk sisa musim. Setelah terpukul di kompetisi Eropa, duel kontra Girona menjadi kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan diri tanpa melepaskan target yang masih ingin dijaga.
Girona menjaga kestabilan sambil menatap papan atas
Di kubu tuan rumah, Girona datang dengan kondisi yang relatif lebih stabil. Tim asuhan Míchel saat ini berada di posisi kesebelas dan masih berjarak tiga poin dari delapan besar, sementara jarak mereka dari zona degradasi adalah enam poin.
Artinya, Girona memikul dua kepentingan sekaligus di laga ini. Mereka ingin tetap aman dari tekanan papan bawah, tetapi juga belum menutup peluang untuk merapat ke persaingan yang lebih tinggi.
Kabar positif di belakang, masalah muncul di depan
Míchel mendapat kabar baik dengan pulihnya Daley Blind. Bek asal Belanda itu diperkirakan langsung kembali ke susunan inti, dan kondisi tersebut membuat Alejandro Francés berpotensi keluar dari starting XI.
Namun, masalah Girona justru muncul di lini serang. Abel Ruiz kembali mengalami cedera, sementara Vladyslav Vanat sudah lebih dulu mengakhiri musimnya lebih cepat karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan.
Susunan yang paling mungkin untuk Girona
Dengan situasi itu, Girona diperkirakan tetap mengandalkan Claudio Echeverri untuk mengisi area serang. Cristhian Stuani masih menjadi opsi dari bangku cadangan, tetapi perannya kini makin penting karena menjadi satu-satunya penyerang tengah murni yang tersisa.
Susunan yang paling mungkin untuk Girona adalah Gazzaniga; Arnau, Vitor Reis, Blind, Àlex Moreno; Witsel, Fran Beltrán; Tsygankov, Iván Martín, Ounahi; Echeverri. Komposisi tersebut menunjukkan Míchel berusaha menjaga keseimbangan tim, terutama setelah adanya penyesuaian di lini belakang dan keterbatasan di sektor depan.
Untuk Betis, susunan yang diperkirakan adalah Valles; Aitor Ruibal, Natan, Bartra, Valentín; Marc Roca, Altimira; Abde, Lo Celso, Riquelme atau Fornals; Cucho Hernández. Dengan komposisi itu, duel di Montilivi diproyeksikan menjadi pertemuan dua tim yang sama-sama membawa kebutuhan taktis jelas, tetapi berasal dari tekanan yang berbeda.
Source: www.eldesmarque.com






