Guterres Kecam Serangan ke UNIFIL, Gugurnya Praka Rico Pramudia Tambah Duka Lebanon

Author: Redaksi Android62

Antonio Guterres menyampaikan kecaman keras atas serangan yang makin sering mengancam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menegaskan bahwa keselamatan personel UNIFIL tidak boleh menjadi korban dari konflik yang terus memburuk.

Pernyataan itu muncul setelah kabar meninggalnya prajurit TNI Praka Rico Pramudia, anggota UNIFIL asal Indonesia, usai menjalani perawatan akibat luka berat. Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia, sambil berharap para personel lain yang terluka bisa segera pulih.

Kecaman atas ancaman terhadap UNIFIL

Guterres menyoroti bahwa insiden yang menimpa Praka Rico bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari rangkaian serangan yang membahayakan misi perdamaian. Ia menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan karena keberadaan mereka di lapangan seharusnya dilindungi.

Sikap tegas itu sekaligus menegaskan bahwa situasi di Lebanon selatan telah menempatkan personel PBB pada risiko yang sangat tinggi. Dalam kondisi konflik yang belum mereda, keselamatan mereka menjadi isu yang terus mendapat perhatian.

Praka Rico Pramudia dan kronologi kejadian

UNIFIL sebelumnya menyebut Praka Rico mengalami luka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempat ia bertugas di Lebanon selatan pada akhir Maret. Setelah kejadian itu, ia menjalani perawatan intensif di Beirut sebelum akhirnya meninggal dunia.

Temuan awal UNIFIL juga menyatakan bahwa posisi pasukan PBB di Lebanon selatan terkena tembakan artileri yang dikaitkan dengan Israel Defense Forces atau IDF. Insiden tersebut terjadi saat ketegangan antara Hezbollah dan militer Israel terus meningkat.

Korban di kalangan penjaga perdamaian bertambah

Kematian Praka Rico menambah daftar korban dari kalangan penjaga perdamaian di wilayah tersebut. Hingga saat ini, sedikitnya enam penjaga perdamaian dilaporkan tewas dalam konflik yang masih berlangsung.

Selain Praka Rico, prajurit TNI lain yang juga gugur dalam situasi itu adalah Farizal Rhomadhon, Zulmi Aditya Iskandar, dan Muhammad Nur Ikhwan. Sejumlah personel lain juga disebut mengalami luka serius akibat serangan terpisah di wilayah operasi UNIFIL.

Situasi di Lebanon selatan masih tegang

Kondisi keamanan di Lebanon selatan masih jauh dari stabil dan terus menyisakan ancaman bagi para personel penjaga perdamaian. Mereka tetap menjalankan tugas di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, sambil menghadapi risiko langsung di lapangan.

Dalam situasi seperti ini, seruan Guterres menjadi penegasan bahwa pasukan PBB tidak semestinya menjadi sasaran serangan. Perlindungan terhadap personel UNIFIL tetap menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya bahaya yang mereka hadapi setiap kali bertugas.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru