Hanya Lamongan Melihat Hilal Dzulhijjah, Hasil Rukyat Jatim Diteruskan ke Pusat

Author: Redaksi Android62

Laporan rukyatul hilal dari Jawa Timur mendapat perhatian karena hanya satu dari 13 titik pemantauan yang berhasil melihat hilal Dzulhijjah 1447 Hijriah. Titik yang memberi hasil positif itu berada di Pantai Sunan Drajat atau Tanjung Kodok, Paciran, Lamongan.

Hasil dari Lamongan tersebut menjadi data penting yang akan dibawa ke pemerintah pusat. Informasi itu ikut menjadi bahan dalam sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah oleh Kementerian Agama RI.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar pemantauan hilal pada Minggu (17/5/2026). Dari seluruh lokasi yang disiapkan, mayoritas tidak memperoleh hasil karena kondisi langit tidak mendukung.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyebut titik yang berhasil melihat hilal berada di kawasan Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok, Paciran, Lamongan. Ia menegaskan hasil tersebut masuk sebagai data resmi rukyat daerah untuk diteruskan ke pusat.

Sebagian besar titik tertutup cuaca mendung

Selain Lamongan, ada 12 titik lain di Jawa Timur yang melaporkan hilal tidak terlihat. Lokasi itu tersebar di Madiun, Gresik, Mojokerto, Pamekasan, Bondowoso, Banyuwangi, Sampang, Blitar, Sumenep, Ponorogo, Tuban, dan Jombang.

Cuaca mendung disebut menjadi hambatan utama dalam proses pengamatan. Kondisi langit yang tertutup membuat peluang melihat hilal di banyak titik menjadi tidak optimal.

Bahtiar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim rukyat dan pihak terkait yang ikut terlibat dalam pemantauan. Menurut dia, hasil dari Jawa Timur tetap memiliki peran sebagai kontribusi daerah dalam penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Menunggu keputusan sidang isbat

Seluruh hasil rukyatul hilal dari Jawa Timur akan dibawa sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah. Sidang ini menjadi salah satu mekanisme resmi untuk menentukan awal bulan hijriah bagi umat Islam di Indonesia.

Adanya satu laporan hilal terlihat dari Lamongan membuat Jawa Timur tetap menyumbang data penting di tengah dominasi laporan hilal tidak terlihat. Kondisi itu memberi warna tersendiri dalam proses penetapan kalender hijriah nasional.

Hasil rukyat dari Kemenag Jatim juga disebut memperkuat prediksi bahwa Hari Raya Iduladha tahun ini berpeluang berlangsung serentak tanpa perbedaan penetapan. Sinyal tersebut muncul setelah ada laporan hilal terlihat dari salah satu titik pemantauan di Lamongan.

Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan itu didasarkan pada metode hisab wujudul hilal dan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

Dengan masuknya laporan dari Lamongan, penetapan awal Dzulhijjah kini menunggu pembahasan lanjutan dalam sidang isbat. Keputusan akhirnya akan menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam menyambut Dzulhijjah dan Iduladha 1447 Hijriah.

Source: kilasjatim.com
Berita Terbaru