Jejak Uji Jalan di PIK Mengarah Ke DFSK i5 Plus, Siap Masuk Indonesia?

Author: Redaksi Android62

Sebuah SUV berkamuflase kembali menyita perhatian setelah tertangkap melintas di kawasan Pantai Indah Kapuk. Dari bentuk bodi dan beberapa detail eksterior yang terlihat samar, banyak pengamat otomotif menduga unit itu adalah DFSK i5 Plus yang sedang menjalani uji jalan di Indonesia.

Kemunculan kendaraan tersebut memunculkan kembali spekulasi mengenai langkah DFSK di pasar nasional. Dugaan ini menguat karena model misterius itu dianggap memiliki kemiripan dengan Blue Electric E5 Plus yang sudah dipasarkan di China, terutama pada bagian wajah depan dan siluet bodinya.

Petunjuk dari desain eksterior

Meski seluruh bodi tertutup kamuflase, sejumlah elemen tetap bisa diamati dari foto yang beredar di media sosial. Karakter SUV ini terlihat modern dengan permukaan bodi yang lebih halus dan proporsi yang tampak kokoh.

Bentuk lampu depan yang tipis menjadi salah satu ciri yang paling banyak disorot. Selain itu, gril depan terlihat sederhana, sementara bagian belakang menampilkan lampu horizontal yang memanjang.

Ciri-ciri yang paling menonjol

Berikut beberapa detail yang membuat mobil ini dikaitkan dengan DFSK i5 Plus:

  1. Lampu depan tampak lebih ramping dan tajam.
  2. Gril depan dibuat minimalis.
  3. Siluet samping terlihat lebih bersih dan modern.
  4. Pilar belakang tampak tebal dan kokoh.
  5. Lampu belakang memanjang secara horizontal.

Velg berukuran besar juga menambah kesan bahwa kendaraan ini disiapkan untuk penggunaan harian sekaligus perjalanan jarak menengah. Ground clearance yang tinggi turut mempertegas karakter SUV keluarga.

Dugaan posisi model di Indonesia

Jika benar unit itu merupakan DFSK i5 Plus, model tersebut berpeluang mengisi posisi penerus tidak langsung DFSK Glory 580. Nama Glory 580 sendiri sempat hadir di Indonesia sejak meluncur pada 2018 sebagai SUV tiga baris dengan kabin yang disebut mampu menampung hingga tujuh penumpang.

Dari sisi pasar, kehadiran model baru di segmen SUV elektrifikasi akan menarik perhatian karena minat terhadap kendaraan ramah lingkungan terus meningkat. Karena itu, kemunculan mobil kamuflase di PIK langsung memicu pembahasan mengenai kemungkinan jadwal pengenalan resminya.

Sistem penggerak yang ramai dibicarakan

Informasi yang beredar menyebut SUV ini dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV. Kombinasinya terdiri dari mesin bensin 1.500 cc, motor listrik, dan baterai berkapasitas 25 kWh.

Mesin bensinnya disebut menghasilkan sekitar 94 horsepower dengan torsi 135 Nm. Sementara motor listriknya diklaim mampu memberikan tenaga hingga 215 horsepower dan torsi 330 Nm.

Jarak tempuh listrik yang disebut bisa mencapai 125 kilometer membuat model ini dinilai cocok untuk penggunaan harian di dalam kota. Teknologi regenerative braking juga dikabarkan ikut membantu pengisian ulang baterai saat pengereman.

Harga di China dan peluang di pasar lokal

Di China, Blue Electric E5 Plus dipasarkan pada rentang 99.800 hingga 163.800 yuan. Dengan status sebagai model di kelas elektrifikasi, harga akhirnya di Indonesia tentu akan dipengaruhi pajak, skema impor, dan kemungkinan perakitan lokal.

Jika nantinya masuk pasar nasional dan ditempatkan di kisaran Rp400 jutaan, model ini bisa langsung bersaing di segmen SUV elektrifikasi yang semakin ramai. Di kelas tersebut, konsumen kini semakin memperhatikan efisiensi, fungsi keluarga, dan teknologi penggerak yang lebih hemat. Kemunculan unit kamuflase di PIK pun menjadi sinyal bahwa DFSK kemungkinan sedang menyiapkan langkah berikutnya untuk pasar Indonesia.

Berita Terbaru