Modus penipuan yang mengincar jemaah haji kini menyasar WhatsApp dengan mengatasnamakan akses ke Raudhah dan kartu Nusuk. Pesan semacam itu patut dicurigai karena jalur resmi menuju area di Masjid Nabawi tidak menggunakan cara sembarangan, apalagi lewat tautan yang meminta tindakan di luar mekanisme yang sudah ditetapkan.
Jemaah haji di Madinah diminta tidak mudah percaya pada pesan yang mengklaim kartu Nusuk bermasalah. Kepala Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa jemaah tidak perlu mengikuti ajakan untuk mengklik tautan mencurigakan dari pihak yang tidak jelas asal-usulnya.
“Jangan percaya dan jangan klik link yang mereka kirim,” tegas Ichsan, dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Rabu, 29 April 2026. Ia menjelaskan bahwa akses resmi menuju Raudhah hanya dilakukan lewat sistem barcode, sementara jemaah mandiri memakai aplikasi Nusuk sebagai jalur yang sah.
Untuk rombongan, prosedur resmi yang dipakai adalah skema tasrih. Mekanisme ini dibuat agar jemaah bisa masuk secara tertib dan terjadwal, sekaligus menyesuaikan aturan ketat dari Pemerintah Arab Saudi.
Di sisi lain, ada pula peringatan soal pihak yang mencoba memanfaatkan tingginya keinginan jemaah untuk beribadah di Raudhah. Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menyebut ada oknum yang berpura-pura menjadi petugas dan meminta bayaran dengan menawarkan jalan pintas.
“Masuk ke Raudhah itu gratis. Jika ada pihak yang menawarkan jasa lalu meminta bayaran, segera laporkan ke petugas di sektor, khususnya sektor Nabawi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa layanan masuk ke Raudhah merupakan hak jemaah haji Indonesia dan tidak boleh disertai pungutan apa pun.
Pihak PPIH juga tidak akan mentoleransi pelanggaran, termasuk pungutan liar dari siapa pun. Karena itu, jemaah diminta segera melapor bila menemukan tawaran akses cepat yang dibarengi permintaan uang atau janji bisa mempercepat proses masuk.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, menyampaikan bahwa sistem tasrih disiapkan untuk mengakomodasi seluruh jemaah yang ingin beribadah di Raudhah. Hingga 28 April 2026 pukul 10.00 WAS, jumlah tasrih yang sudah disetujui mencapai 25.564 jemaah.
Dari jumlah itu, 12.747 merupakan jemaah laki-laki dan 12.817 jemaah perempuan. Data tersebut menunjukkan bahwa mekanisme resmi terus berjalan agar akses ke Raudhah tetap tertib, tanpa membuka ruang bagi pihak yang mencoba menyusup melalui pesan palsu atau tautan mencurigakan di WhatsApp.
Jemaah diminta lebih teliti setiap kali menerima pesan yang mengatasnamakan layanan Raudhah atau Nusuk. Bila isi pesan mendorong klik tautan, meminta biaya, atau mengaku bisa mempercepat proses di luar jalur resmi, langkah paling aman adalah mengabaikannya dan segera memberi tahu petugas sektor.
