Kapasitas Negeri Baru 39,3 Persen, Jatim Perkuat Layanan SPMB Agar Tetap Tertib

Author: Redaksi Android62

Jumlah daya tampung sekolah negeri di Jawa Timur kembali menjadi perhatian dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kondisi itu tidak akan mengganggu ketertiban layanan, selama pengaturan verifikasi dan pengambilan PIN berjalan rapi.

Kepastian tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau langsung rangkaian SPMB 2026 di SMA Negeri 5 Surabaya dan SMA Negeri 9 Surabaya, Selasa (2/6/2026). Di lokasi itu, proses layanan disebut masih tertib, antrean terkendali, dan ruang verifikasi masih cukup longgar.

Layanan dibuat lebih fleksibel

Untuk menjaga alur layanan tetap lancar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan jadwal yang lebih fleksibel. Selain itu, jumlah operator di sekolah juga ditambah agar pelayanan kepada calon peserta didik bisa menjangkau lebih banyak orang.

Khofifah menyebut, rata-rata ada 10 operator di tiap sekolah. Dengan penguatan itu, layanan verifikasi dan pengambilan personal identification number atau PIN tidak hanya diperluas di satu titik, tetapi juga diterapkan di kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Pengaturan ini dibuat agar calon peserta didik lebih mudah mengakses layanan sejak awal proses pendaftaran. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan pengambilan PIN berjalan lancar, terutama ketika jumlah pengajuan diperkirakan meningkat setelah surat keterangan lulus dari sekolah asal diterbitkan.

Antrean masih terkendali di sekolah rujukan

Saat memantau sekolah yang menjadi benchmark pemerintah provinsi, Khofifah melihat proses verifikasi dan pengambilan PIN masih berlangsung tertib. Situasi di lokasi layanan pun tampak lengang, meski kebutuhan layanan diperkirakan naik dalam beberapa waktu ke depan.

Ia menilai kapasitas ruang verifikasi masih cukup memadai untuk menampung arus calon peserta didik. Kondisi ini dinilai penting agar penumpukan antrean seperti yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya tidak kembali terulang, ketika sebagian warga sampai datang sangat pagi ke sekolah tujuan.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga terus memperkuat layanan di titik-titik sekolah tujuan. Upaya itu diarahkan agar proses awal SPMB 2026 tetap nyaman diakses dan tidak menimbulkan hambatan berarti bagi calon murid.

Kuota besar, tetapi tampungan negeri terbatas

Di sisi lain, Khofifah mengingatkan bahwa kesempatan masuk ke sekolah negeri tetap terbatas. Dari total lulusan SMP dan sederajat di Jawa Timur, daya tampung seluruh SMAN dan SMKN hanya sekitar 39,3 persen.

Ia menegaskan bahwa tidak semua lulusan akan tertampung di sekolah negeri. Karena itu, calon murid perlu menyiapkan pilihan lain, termasuk mempertimbangkan sekolah swasta sebagai alternatif yang tersedia.

Data layanan menunjukkan, dari 1.495.200 PIN yang disediakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sebanyak 145.107 kuota sudah terisi. Selain itu, 114.070 calon murid juga telah tertangani dalam proses layanan yang berjalan.

Peran sekolah swasta ikut menguat

Khofifah mengapresiasi meningkatnya partisipasi sekolah swasta dalam menyediakan beasiswa. Pada 2026, tercatat 2.106 SMA dan SMK swasta membuka program beasiswa, naik dari 1.757 sekolah pada tahun sebelumnya.

Jumlah calon siswa penerima manfaat beasiswa juga ikut bertambah. Pada 2026, ada 79.086 siswa yang tercatat menerima manfaat, naik dari 72.989 siswa pada 2025.

Menurut Khofifah, dukungan itu membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus membuka ruang belajar yang lebih luas bagi anak-anak di Jawa Timur. Karena itu, sekolah swasta dipandang punya peran penting dalam menampung kebutuhan pendidikan yang tidak seluruhnya bisa dipenuhi sekolah negeri.

Jadwal layanan berjalan hingga pertengahan Juni

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa pengambilan PIN berlangsung hingga 9 Juni 2026. Adapun verifikasi data dijadwalkan berakhir pada 10 Juni 2026.

Aries menyebut antrean pengambilan PIN di sekolah kini lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setiap sekolah mendapat kuota layanan harian sebanyak 200 calon murid, dan layanan tetap dibuka pada akhir pekan serta hari libur.

Ia menegaskan bahwa pengambilan PIN merupakan langkah penting dalam seleksi SPMB, baik untuk jalur domisili, afirmasi, mutasi, maupun jalur lainnya. PIN bisa diambil secara daring, sedangkan verifikasi dilakukan di sekolah tujuan untuk mencocokkan dokumen persyaratan yang telah diunggah sebelumnya.

Dengan penguatan layanan itu, Pemprov Jatim berharap seluruh proses SPMB 2026 tetap tertib meski daya tampung sekolah negeri terbatas. Fokus utama masih tertuju pada kelancaran pelayanan di sekolah tujuan agar calon murid bisa melewati tahap awal seleksi dengan lebih mudah.

Source: majalahnurani.com
Berita Terbaru