Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta percepatan pembangunan sekolah di wilayah terpencil Cianjur saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Cianjur dalam rangka Milangkala ke-349 Kabupaten Cianjur, Minggu (12/7/2026). Menurut dia, akses pendidikan harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat karena pemerintah sudah membuka ruang yang lebih luas untuk mendorong warga sekolah.
“Masyarakat harus sekolah, sekarang kan pemerintah sudah terbuka untuk mendorong rakyatnya sekolah,” ujar KDM di Gedung DPRD Cianjur. Ia menekankan bahwa pemerataan layanan pendidikan perlu diarahkan ke daerah yang masih sulit dijangkau sekolah pemerintah.
Fokus ke daerah yang paling tertinggal
Dedi meminta Bupati Cianjur mengidentifikasi wilayah yang masih memiliki akses terbatas ke sekolah. Langkah itu dianggap penting agar pembangunan fasilitas pendidikan bisa diarahkan ke titik yang paling membutuhkan.
Dalam skema yang ditawarkan, Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat menangani pembebasan lahan, sedangkan pembangunan sekolah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Model kerja sama ini dinilai bisa mempercepat perluasan layanan pendidikan di wilayah terpencil.
| Sektor | Fokus Arahan KDM |
|---|---|
| Pendidikan | Identifikasi daerah terpencil dan kolaborasi pembangunan sekolah baru |
| Infrastruktur | Percepatan penyelesaian jalan Cikadu dan penataan kawasan Puncak |
| Tata Ruang | Percepatan regulasi tata ruang untuk mendukung branding wilayah |
| Lingkungan | Peningkatan budaya bersih sebagai kunci kemajuan daerah |
Infrastruktur dan penataan kawasan ikut disorot
Selain pendidikan, KDM menyinggung sejumlah hasil pembangunan yang sudah dirasakan masyarakat Cianjur. Salah satunya adalah jalan di daerah Cikadu yang disebut telah membawa manfaat bagi warga.
Ia juga menaruh perhatian pada penataan kawasan Puncak dengan mengadopsi keberhasilan penataan Ciater, Subang. Menurutnya, penataan pedagang harus dipikirkan dengan cermat agar kawasan tetap rapi dan tidak kembali kumuh.
“Untuk pedagang nanti kita pikirkan relokasi di mana, karena kalau relokasi ke tempat itu lagi nanti kumuh lagi,” tegasnya. Arahan itu menunjukkan bahwa urusan tata ruang ikut menjadi bagian dari agenda besar pembangunan Cianjur.
Cianjur dinilai punya modal lengkap
Dalam pandangannya, Cianjur memiliki modal yang sangat lengkap, mulai dari pegunungan, laut, danau, hingga produk pertanian unggulan dan kawasan industri. Karena itu, yang dibutuhkan adalah pengelolaan yang baik serta strategi branding yang lebih tepat.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk segera menuntaskan urusan tata ruang agar arah pembangunan lebih jelas. Menurutnya, wilayah ini punya kekayaan geografis dan ekonomi yang cukup untuk menjadi identitas daerah yang kuat.
“Cianjur dari dulu sudah dikenal sebagai daerah yang istimewa, hingga tercipta lagu Semalam di Cianjur. Tinggal dikelola dengan baik,” pungkasnya sembari mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. MediaIndonesia.com mencatat, pesan itu disampaikan di tengah peringatan Milangkala ke-349 Kabupaten Cianjur.
