KEK Kendal Tembus Rp 189,16 Triliun, Dorong Investasi Jawa Tengah Makin Menguat

Author: Redaksi Android62

KEK Kendal menjadi titik paling menonjol dalam gelombang investasi di Jawa Tengah karena kawasan ini telah menghimpun 139 pelaku usaha dengan akumulasi komitmen investasi Rp 189,16 triliun. Dari sisi tenaga kerja, kawasan tersebut juga sudah menyerap 42.000 pekerja langsung, memperlihatkan bahwa pertumbuhan investasi tidak berhenti pada angka, tetapi ikut mendorong aktivitas industri di lapangan.

Daya tarik kawasan itu semakin kuat karena basis industrinya sangat beragam. Aktivitas usaha di KEK Kendal mencakup otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi, alat kesehatan, tekstil, dan pangan, sehingga kawasan ini tidak bertumpu pada satu sektor saja.

Lonjakan perhatian terhadap Kendal sejalan dengan capaian investasi Jawa Tengah pada triwulan I-2026 yang menembus Rp 23,02 triliun. Dalam periode yang sama, Kabupaten Kendal menyumbang Rp 3,61 triliun dan kembali menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di provinsi tersebut.

Kinerja Kendal juga menunjukkan pola yang konsisten, bukan sekadar kenaikan sesaat. Wilayah ini mempertahankan tren pertumbuhan sejak 2021 dengan laju 5,35 persen secara year-on-year, menandakan posisinya sebagai salah satu penggerak utama investasi di Jawa Tengah.

Salah satu penopang terbesar pertumbuhan itu datang dari Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Kendal. Proyek perluasan kawasan yang sedang berjalan memperlihatkan babak baru kemitraan strategis antara PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Development Ltd asal Singapura.

Ekspansi tersebut diarahkan untuk menambah kapasitas tampung industri. Langkah itu sekaligus memperkuat ekosistem rantai pasok yang mulai padat di kawasan tersebut, terutama ketika kebutuhan lahan dan utilitas terus meningkat seiring bertambahnya pelaku usaha.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menegaskan bahwa kenaikan investasi ikut menaikkan tuntutan terhadap standar operasional kawasan. Ia menyebut KEK Kendal dibangun dengan visi jangka panjang sebagai pusat industri modern yang berdaya saing global.

“Kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Juliani di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Di sisi lain, efisiensi birokrasi dan penyediaan utilitas terpadu menjadi salah satu alasan kawasan ini dipandang menarik bagi investor. KEK Kendal dinilai sebagai percontohan kerja sama yang memberi kepastian operasional bagi korporasi global yang membutuhkan kepastian sejak tahap awal penanaman modal.

Isu efisiensi pengelolaan kawasan terintegrasi juga mendapat perhatian dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura. Hal ini ikut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu RI Sugiono.

Meski daya tariknya besar, tantangan berikutnya tetap menanti ketika kawasan memasuki fase perluasan lahan. Kesiapan pasokan energi dan kelancaran arus logistik menjadi faktor penting, terutama karena industri berteknologi presisi seperti manufaktur elektronik membutuhkan stabilitas daya listrik dan air bersih tanpa gangguan.

Jika utilitas terlambat dipenuhi, efisiensi kawasan bisa turun dan memengaruhi keputusan ekspansi pelaku usaha global. Dalam konteks itu, keberhasilan Jawa Tengah menjaga momentum investasi akan sangat bergantung pada kemampuan Kendal dan KEK-nya mempertahankan kepastian operasional di tengah pertumbuhan yang terus berlanjut.

Source: www.babelinsight.id
Berita Terbaru