Puluhan Hektare Sawah di Pidie Mengering, Petani Waswas Puso Makin Dekat

Author: Redaksi Android62

Puluhan petak sawah di Kecamatan Pidie kini berada dalam ancaman gagal panen total atau puso. Kondisi itu muncul setelah pasokan air irigasi menyusut drastis dan lahan di sejumlah titik mulai kering kerontang.

Situasi paling parah terlihat di Gampong Labui dan Gampong Dayah Teubeng. Di dua desa itu, permukaan sawah yang semula lembap berubah menjadi retak-retak, sementara sebagian tanaman padi mulai menguning.

Padi muda paling rentan

Tanaman yang terdampak rata-rata masih berumur dua pekan hingga satu bulan. Pada fase ini, padi membutuhkan pasokan air yang stabil agar pertumbuhan tetap terjaga dan pemupukan bisa berjalan optimal.

Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan kebalikannya. Sawah yang biasanya basah kini tampak kering, dan tanaman yang baru berumur sekitar dua pekan menjadi yang paling cepat memperlihatkan tanda layu.

Ikhwan, warga Kecamatan Pidie, menyebut situasi tersebut memprihatinkan karena tanaman sedang sangat membutuhkan air. Ia menilai lahan yang sebelumnya basah kini jauh dari kondisi ideal bagi padi.

Lokasi Kondisi Dampak pada Padi
Gampong Labui Krisis sumber air akut, debit irigasi turun drastis Padi mulai mengering dan menguning
Gampong Dayah Teubeng Krisis sumber air akut, lahan kering kerontang Tanaman padi terancam gagal tumbuh optimal

Ancaman cuaca belum memberi harapan

Minim hujan selama sekitar sebulan terakhir membuat debit irigasi terus menurun. Awan mendung memang sesekali muncul pada sore hari, tetapi hujan lebat belum turun untuk mengisi kembali saluran air dan membasahi lahan pertanian warga.

Abdi, warga setempat, mengatakan ancaman puso akan semakin besar bila hujan tidak segera turun dalam waktu dekat. Ia juga menyebut warga dihantui risiko krisis bahan gabah jika kekeringan berlanjut.

“Kalau tidak segera turun hujan, sebulan lagi akan dihantui kekeringan berkepanjangan. Tentu ancaman puso dan krisis bahan gabah menghantui warga setempat,” ujar Abdi.

Hamparan sawah di Desa Labui dan Kemukiman Teubeng memang dikenal rawan kekeringan. Wilayah itu juga tercatat pernah mengalami gagal panen serupa pada musim kemarau tahun lalu.

Kekeringan di Aceh sendiri terus meluas dan tidak lagi terbatas pada satu wilayah. Sebelumnya, ribuan hektare sawah di Kecamatan Pirak Timu, Lhok Sukon, dan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, juga dilaporkan gagal tanam.

Dengan kondisi cuaca yang belum membaik, petani di Pidie masih menunggu hujan sebagai penentu nasib tanaman yang sudah menguning. Jika hujan tak juga turun, puluhan petak sawah di kecamatan itu berpotensi masuk kategori puso.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru