Sejumlah fasilitas umum di Kota Bandung rusak setelah kericuhan mewarnai peringatan May Day. Polda Jawa Barat kini mengamankan beberapa terduga pelaku dan memastikan proses hukum akan ditempuh terhadap kelompok yang membuat situasi tidak kondusif itu.
Aksi yang terjadi disebut bukan bagian dari agenda buruh. Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan, kelompok yang bergerak di lapangan itu mengenakan pakaian serba hitam, menutup wajah, dan membawa molotov.
Kerusakan terjadi di sejumlah titik ruang publik. Targetnya antara lain banner yang dibakar, lampu lalu lintas, CCTV milik pemerintah, videotron, serta pos polisi di kawasan Tamansari.
Di tengah kejadian itu, kelompok tersebut juga sempat merazia pengguna jalan. Kondisi tersebut memunculkan ketakutan di masyarakat karena berlangsung di ruang publik dan menyasar fasilitas milik pemerintah.
Rudi menjelaskan bahwa pada peringatan May Day tahun ini tidak ada agenda aksi buruh di Bandung maupun Jawa Barat. Aktivitas yang sempat muncul di depan Gedung DPRD Jabar dan kawasan Jatinangor hanya dilakukan mahasiswa dan telah selesai sekitar pukul 17.00 WIB.
Sesudah itu, kericuhan justru muncul di Kota Bandung. Petugas sudah memberi imbauan agar massa membubarkan diri, tetapi ajakan tersebut tidak dipatuhi dan perusakan tetap berlanjut di beberapa titik.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah videotron yang dibakar perusuh di Tamansari, Kota Bandung. Petugas kemudian memadamkan objek itu di tengah kerusakan yang terjadi di ruang publik.
Polda Jabar menyebut pengamanan masih dilakukan bersama pemerintah daerah dan Kodam III Siliwangi. Langkah itu ditempuh untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif, sambil terus menelusuri pihak yang diduga terlibat dalam aksi perusakan dan intimidasi di jalanan kota.
