Kudus kembali menegaskan dominasinya di Kejurda X Pagar Nusa Jawa Tengah setelah mengumpulkan 15 emas, 8 perak, dan 12 perunggu. Hasil itu memastikan mereka mempertahankan gelar juara umum untuk ke-9 kali secara berturut-turut.
Ajang yang berlangsung di GOR SMK Bakti Mulia Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada 26-28 Juni 2026 itu menjadi panggung persaingan ketat antarkontingen. Panitia mengumumkan hasil akhir pada Ahad (28/6/2026), dengan Kudus berada di posisi teratas.
Persaingan di papan atas berlangsung rapat
Di bawah Kudus, tuan rumah Banyumas menutup kejuaraan di posisi kedua. Kontingen ini membukukan 14 emas, 9 perak, dan 5 perunggu.
Jepara menyusul di urutan ketiga dengan raihan 10 emas, 7 perak, dan 13 perunggu. Komposisi medali di tiga besar menunjukkan sebaran kekuatan yang relatif merata di antara kontingen peserta.
Ratusan atlet turun di nomor laga dan seni
Kejujurda X Pagar Nusa Jawa Tengah diikuti 27 kontingen daerah dari Pimpinan Cabang Pagar Nusa se-Jawa Tengah. Total 888 atlet silat ambil bagian dalam nomor laga dan seni.
Besarnya partisipasi membuat kejuaraan ini menjadi salah satu ajang penting untuk mengukur kekuatan daerah. Sekaligus, panggung ini menjadi ruang pembinaan bagi pesilat muda dan atlet berprestasi.
| Kontingen | Emas | Perak | Perunggu |
|---|---|---|---|
| Kudus | 15 | 8 | 12 |
| Banyumas | 14 | 9 | 5 |
| Jepara | 10 | 7 | 13 |
Pesilat terbaik lahir dari Kendal dan Kudus
Panitia juga menetapkan Pesilat Terbaik dengan hadiah uang pembinaan. Berdasarkan penilaian wasit-juri, Fadilah Jati Samudra dari Kendal terpilih sebagai Pesilat Terbaik Putra.
Fadilah turun di Kelas B Dewasa Putra. Sementara itu, Pesilat Terbaik Putri diraih Agrina Aufa Azka Nawal dari Kudus yang tampil di Kelas A Pra Remaja Putri.
Apresiasi untuk pembinaan dan prestasi atlet
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Tengah H Sarif Abdillah menyerahkan hadiah kepada para peraih juara umum bersama personel panitia pengarah Sugeng Riyadi dan Zainal Muttaqin. Dalam sambutannya, ia menyebut Pencak Silat NU Pagar Nusa sebagai wadah pengkaderan yang produktif.
Sarif menegaskan bahwa anggota Pagar Nusa tidak hanya berlatih silat untuk bela diri dan kesehatan. Ia menilai pembinaan itu juga menjadi jalan untuk melahirkan atlet berprestasi bagi NU dan bangsa.
Ia berharap para peraih juara terus berlatih agar bisa menembus Kejurnas, PON, dan bahkan Olimpiade. Para juara umum menerima piala dari Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah serta uang pembinaan dari Bank Jateng sebagai sponsor pendukung.
Seluruh pesilat peraih medali juga mendapat piala dari panitia. Selain itu, semua peserta Kejurda menerima piagam penghargaan yang ditandatangani Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah.
