Kumis Sensitif dan Gading Panjang, Rahasia Walrus Bertahan Di Perairan Arktik yang Membeku

Walrus mampu bertahan di salah satu lingkungan paling keras di Bumi karena tubuhnya memang dirancang untuk itu. Mamalia laut ini hidup di perairan Arktik yang sangat dingin, namun tetap bisa bergerak, mencari makan, bahkan beristirahat dengan cara yang tidak biasa.

Kekuatan utamanya tidak hanya terletak pada ukuran tubuhnya yang besar, tetapi juga pada kombinasi lemak tebal, kulit berkerut, dan kemampuan mengatur aliran darah. Ditambah lagi, walrus punya kumis sensitif dan gading panjang yang masing-masing memiliki fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari.

Tubuh yang menahan dingin ekstrem

Lapisan lemak walrus bisa mencapai sepertiga massa tubuhnya. Dengan ketebalan hingga 15 cm, lapisan ini menjadi pelindung utama saat mereka berenang di air Arktik yang sangat dingin.

Kondisi itu membuat walrus dapat bertahan pada suhu serendah -35C. Kulitnya yang berkerut juga membantu menekan sirkulasi darah di air dingin agar panas tubuh tidak cepat hilang.

Saat suhu terlalu ekstrem, walrus dapat mengontrol aliran darah ke anggota tubuhnya. Mereka juga akan naik ke bongkahan es terdekat untuk menghemat energi dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

Gading bukan sekadar ciri khas

Ciri paling mudah dikenali dari walrus adalah gading putih yang menjuntai. Gading itu sebenarnya adalah dua gigi taring, dan dimiliki baik oleh jantan maupun betina.

Rata-rata walrus memiliki 18 gigi. Gading jantan umumnya lebih panjang dan lurus, dengan panjang yang bisa mencapai 39 inci, sedangkan gading betina mencapai 31,5 inci.

Berat rata-rata tiap gading berada di kisaran 11–15 pon. Fungsi gading juga beragam, mulai dari menunjukkan dominasi, mengangkat tubuh dari air ke atas es atau pantai berbatu, hingga berkelahi dan bertahan diri saat musim kawin.

Cara makan yang sangat bergantung pada kumis

Walrus lebih suka memakan moluska bivalvia. Untuk menemukannya, mereka menyelam di perairan dangkal lalu mencari makanan di dasar laut dengan vibrissa atau kumis yang sangat sensitif.

Di moncongnya terdapat sekitar 400–700 bulu kaku yang membantu mendeteksi mangsa yang terkubur. Vibrissae ini dapat tumbuh hingga sepanjang satu kaki, meski biasanya lebih pendek karena bergesekan dengan pasir dan batu.

Saat menemukan mangsa, walrus menutup segel dengan bibirnya lalu menggunakan lidah untuk menghasilkan vakum. Cara itu membantu mereka menghisap daging langsung dari cangkangnya dengan efisien.

Kehidupan sosial yang ramai dan penuh suara

Di Arktik, walrus jarang hidup sendirian. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kawanan besar yang bisa berjumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan individu.

Walrus jantan sering membentuk kelompok terpisah saat musim non-kawin. Sementara itu, walrus betina dan anaknya tetap bersama untuk perlindungan dan menjaga ikatan sosial.

Komunikasi mereka juga sangat khas. Saat musim kawin, walrus jantan menghasilkan suara keras seperti lonceng di bawah air untuk menarik betina dan menegaskan dominasi, dan suara kawanan ini dapat terdengar dari jarak lebih dari satu mil.

Tidur sambil mengapung

Kebiasaan lain yang membuat walrus menonjol adalah cara mereka beristirahat. Hewan ini bisa tidur sambil mengapung di air dingin berkat kantung faring di tenggorokan yang dapat mengembang dan membuat tubuh tetap mengapung secara vertikal.

Pola tidur walrus juga tidak umum. Mereka bisa bertahan hingga 84 jam tanpa tidur jika diperlukan, tetapi pada kesempatan lain dapat beristirahat sampai 20 jam berturut-turut setelah aktivitas yang menguras energi.

Dua kelompok besar yang masih diakui

Walrus terbagi menjadi dua subspesies utama, yaitu walrus Atlantik dan walrus Pasifik. Walrus Atlantik pernah tersebar dari Arktik Kanada tengah ke timur hingga Laut Kara, lalu ke utara hingga Franz Josef Land dan ke selatan hingga Nova Scotia, Kanada.

Kini, enam populasi walrus Atlantik masih diakui berdasarkan pertukaran genetik dan pemisahan geografis. Beberapa populasi dimiliki bersama oleh Kanada dan Greenland, sementara populasi Svalbard-Frans Josef Land dibagi oleh Norwegia dan Rusia.

Walrus Pasifik juga terbagi ke dalam dua populasi yang diakui. Satu berada di Laut Laptev Rusia, sedangkan satu lagi terbagi antara Rusia dan Alaska di Laut Bering dan Chukchi.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait