Satu rumah di Blok 3B Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Medan Polonia, hancur akibat ledakan pada Senin sore. Enam penghuni rumah tersebut masuk dalam pendataan sementara sebagai korban, sementara rumah-rumah lain di sekitarnya turut terdampak.
Ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan menimbulkan kerusakan besar pada bangunan utama. Sedikitnya empat rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan, sedangkan sebuah mobil sedan hitam tertimpa material bangunan yang runtuh.
Evakuasi Penghuni Menjadi Prioritas
Seorang pria dewasa berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, sementara seorang balita mendapat perawatan di rumah sakit. Pada tahap awal penanganan, empat korban lain sempat berada di bawah reruntuhan bangunan.
Keempat orang itu disebut terdiri atas orang tua pemilik rumah serta dua atau tiga asisten rumah tangga. Polisi menyatakan tidak ada korban dari rumah lain di kompleks perumahan tersebut.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan sumber dampak berada di rumah nomor 3B yang roboh. “Tidak ada korban lain selain penghuni rumah yang ada di rumah Grand Polonia nomor 3B yang rubuh ini. Ini sumbernya, yang lainnya terdampak,” ujarnya.
| Dampak Ledakan | Rincian |
|---|---|
| Bangunan utama | Satu rumah di Blok 3B hancur |
| Rumah sekitar | Sedikitnya empat rumah mengalami kerusakan |
| Kendaraan | Satu mobil sedan hitam tertimpa reruntuhan |
| Korban penghuni | Enam orang masuk pendataan sementara |
Indikasi Gas Bawah Tanah Diperiksa
Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ledakan di Grand Polonia. Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah, tetapi temuan itu belum menjadi kesimpulan akhir.
Jean Calvijn menyebut petugas menemukan indikasi keberadaan gas ketika memeriksa lokasi menggunakan alat pendeteksi. “Kami sudah masuk menggunakan alat deteksi gas dan memang terdeteksi adanya gas. Tapi ini masih dugaan dari investigasi awal,” katanya.
Menurut Jean Calvijn, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber ledakan serta hubungan temuan gas dengan insiden tersebut. Hasil olah tempat kejadian perkara akan menentukan apakah kebocoran pipa gas tanam menjadi penyebab utama.
Getaran Terasa hingga Sekitar Satu Kilometer
Dentuman dari lokasi kejadian terdengar hingga radius sekitar satu kilometer. Sejumlah warga dan penghuni kompleks merasakan getaran kuat, lalu melihat kepulan debu dari arah rumah yang hancur.
Warga sempat keluar rumah karena mengira terjadi gempa atau khawatir akan ada ledakan susulan. Dinding bangunan roboh, atap ambruk, kaca pecah, dan puing tersebar hingga halaman serta badan jalan kompleks.
Polisi, petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, dan unsur terkait tiba tidak lama setelah ledakan terjadi. Area kemudian disterilkan dengan garis polisi untuk mencegah warga mendekati bangunan yang masih berisiko.
Sejumlah personel TNI turut berada di dalam kompleks saat penanganan dilakukan. Petugas menyisir puing-puing untuk memastikan tidak ada korban tertinggal sekaligus mengantisipasi bahaya lanjutan.
Olah TKP Masih Berlangsung
Tim identifikasi kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah nomor 3B. Pemeriksaan itu mencakup penelusuran titik asal ledakan dan kondisi di sekitar bangunan yang runtuh.
Media Indonesia melaporkan titik ledakan diduga berasal dari rumah tersebut. Kerusakan pada rumah-rumah di sekelilingnya diduga dipicu gelombang ledakan dan material bangunan yang terpental.
Polisi belum menetapkan penyebab definitif sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah masih menjadi bagian dari investigasi awal yang terus didalami.
