LVMH Makin Selektif Melepas Merek, Marc Jacobs Masuk Tangan WHP Global dan G-III

Author: Redaksi Android62

LVMH melepas Marc Jacobs ke usaha patungan WHP Global dan G-III Apparel Group, sebuah langkah yang menegaskan bahwa daya tarik barang mewah terjangkau sedang melemah. Di saat yang sama, pasar ikut memberi tekanan pada kinerja saham grup asal Prancis itu.

Transaksi ini juga memperlihatkan arah baru di bawah Bernard Arnault. LVMH tampak tidak lagi mengejar penambahan merek sebanyak mungkin, melainkan lebih memilih memusatkan sumber daya pada penawaran kelas atas yang lebih eksklusif.

Nilai penjualan Marc Jacobs tidak diumumkan secara resmi. Namun, G-III Apparel Group menyebut dalam dokumen pengajuan bahwa pihaknya menyiapkan investasi hingga US$425 juta ke dalam usaha patungan dengan skema kepemilikan 50-50.

Marc Jacobs tetap memiliki hubungan dengan label yang ia bangun. Pendiri merek itu akan terus menjabat sebagai direktur kreatif untuk label yang kini berada di segmen mewah terjangkau tersebut.

Bagi WHP Global, masuknya Marc Jacobs menambah portofolio yang sudah berisi nama seperti Rag & Bone dan Vera Wang. Perusahaan manajemen merek itu juga memperkirakan pendapatan tahunannya bisa terdorong melewati US$9,5 miliar.

Langkah LVMH ini bukan keputusan yang berdiri sendiri. Chief Financial Officer LVMH, Cécile Cabanis, sebelumnya telah memberi sinyal kepada investor bahwa perusahaan akan melepas merek yang tidak dianggap cocok atau ketika LVMH bukan operator yang tepat.

Arah tersebut menunjukkan perubahan dibanding masa ketika LVMH dikenal agresif dalam akuisisi. Selain Marc Jacobs, grup itu juga sudah melepas kepemilikan di Stella McCartney dan Off-White.

LVMH sendiri telah memegang saham mayoritas Marc Jacobs sejak 1997. Selama periode itu, merek ini tumbuh menjadi salah satu bagian dari grup yang kini menaungi sekitar 75 merek.

Di sisi lain, G-III Apparel Group akan mengambil alih fungsi strategis tertentu dari bisnis Marc Jacobs. Fokusnya mencakup penjualan langsung ke konsumen dan grosir global untuk memperluas jangkauan pasar.

G-III bukan pemain baru di pengelolaan merek internasional. Perusahaan itu sudah menangani sejumlah label lain, termasuk Sonia Rykiel dan Karl Lagerfeld, sehingga kehadiran Marc Jacobs menambah daftar aset yang mereka kelola di tengah pasar yang berhati-hati.

Sinyal kehati-hatian itu juga terlihat dari pergerakan saham LVMH di bursa Paris yang turun 1,8 persen. Sepanjang tahun berjalan, nilainya sudah terkoreksi hampir 30 persen, menegaskan tekanan yang kini dihadapi bisnis mewah di segmen yang dulu sempat menjadi mesin pertumbuhan.

Berita Terbaru