Mandi Saat Campak Dan Cacar Ternyata Aman, Air Suam-Suam Kuku Justru Lebih Disarankan

Author: Redaksi Android62

Untuk anak yang terkena campak atau cacar, mandi ternyata tetap boleh dilakukan selama kondisi tubuhnya stabil. Larangan lama yang membuat anak dijauhkan dari air justru bisa memunculkan masalah baru pada kulit, termasuk koreng pada area yang seharusnya dirawat.

Dokter spesialis kulit dr July Iriani Rahardja menegaskan bahwa anggapan anak campak atau cacar tidak boleh mandi termasuk mitos lama yang tidak tepat. Kebersihan kulit tetap perlu dijaga agar penumpukan kotoran tidak mengganggu proses perawatan selama masa sakit.

Mandi justru membantu menjaga kulit

Saat anak sedang sakit, kulit yang bersih dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman. Jika terlalu lama tidak mandi, kotoran bisa menumpuk dan area kulit yang diolesi salep berisiko membentuk koreng.

Kondisi itu membuat perawatan kulit jadi kurang optimal. Karena itu, mandi bukan tindakan yang otomatis berbahaya bagi anak dengan campak atau cacar, asalkan kondisi tubuhnya memang memungkinkan.

Waktu mandi tetap perlu diperhatikan

Meski diperbolehkan, mandi tidak bisa dilakukan tanpa melihat keadaan anak terlebih dahulu. Jika suhu tubuh sedang tinggi, anak tampak sangat lemah, atau tubuhnya terasa menggigil, mandi sebaiknya ditunda.

Dr July menyebut mandi aman dilakukan ketika kondisi anak stabil. Artinya, keputusan memandikan anak perlu disesuaikan dengan keadaan tubuh saat itu, bukan mengikuti larangan umum yang belum tentu tepat.

Air suam-suam kuku lebih sesuai

Untuk anak yang sedang sakit, air hangat suam-suam kuku menjadi pilihan yang lebih dianjurkan. Suhu yang disarankan berada di kisaran 36 sampai 37 derajat celsius agar tubuh tetap terasa nyaman saat mandi.

Pemilihan sabun juga tidak kalah penting. Sabun yang lembut dan aman untuk kulit lebih disarankan dibanding sabun yang terlalu keras, karena kulit anak sedang membutuhkan perlakuan yang lebih hati-hati.

Sabun antiseptik tidak dipakai setiap hari

Penggunaan sabun antiseptik tidak perlu dilakukan setiap hari. Sabun seperti itu hanya dibutuhkan dalam kondisi tertentu, misalnya bila ada infeksi bakteri yang memang memerlukan perhatian khusus.

Dengan begitu, perawatan kulit saat campak atau cacar tidak perlu dibuat rumit. Yang utama adalah menjaga kebersihan tanpa membuat kulit semakin tidak nyaman selama masa sakit.

Campak dan cacar sama-sama disebabkan virus

Dr July menjelaskan bahwa campak dan cacar merupakan penyakit yang dipicu virus. Karena itu, proses sembuhnya bergantung pada daya tahan tubuh anak.

Ia menyebut penyakit akibat virus pada dasarnya bersifat self-limiting disease, yaitu dapat sembuh dengan sendirinya. Dalam kondisi seperti ini, imunitas tubuh memegang peran penting dalam pemulihan.

Perawatan harian tetap berpengaruh

Selain kebersihan kulit, orang tua juga perlu memastikan anak menjalani pola hidup bersih dan sehat. Asupan makanan bergizi seimbang ikut membantu tubuh melawan penyakit selama masa pemulihan.

Langkah sederhana sering kali memberi dampak besar pada kenyamanan anak. Mandi dengan cara yang tepat, menjaga kulit tetap bersih, serta memperhatikan apakah demam masih muncul menjadi bagian penting dari perawatan sehari-hari.

Mitos larangan mandi kerap membuat orang tua ragu melakukan perawatan yang sebenarnya bermanfaat. Selama kondisi anak memungkinkan, mandi dengan air suam-suam kuku dan sabun yang lembut justru dapat membantu menjaga kebersihan kulit tanpa memperburuk keadaan.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru