Mangrove 200 Hektare Disiapkan di Jateng, KLH Andalkan Unissula untuk Perkuat Pantura

Author: Redaksi Android62
Add on Google

Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan penanaman mangrove seluas 200 hektare di Jawa Tengah sebagai penguat baru perlindungan pesisir dari abrasi. Langkah ini diarahkan agar pantai utara tidak hanya bergantung pada bangunan fisik, tetapi juga memiliki lapisan perlindungan alami yang lebih tahan lama.

Pilihan itu menunjukkan arah baru dalam penanganan pesisir, yakni memadukan infrastruktur keras dengan solusi berbasis alam. Dalam pendekatan ini, mangrove diposisikan sebagai sabuk hijau yang membantu menjaga garis pantai sekaligus meredam tekanan gelombang laut.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa perlindungan pantai tidak cukup jika hanya mengandalkan tanggul laut, pompa, dan polder. Ia menilai perangkat itu tetap diperlukan, tetapi hasilnya akan lebih kuat jika disatukan dengan pemulihan ekosistem pesisir.

Jumhur juga mengingatkan agar pembangunan infrastruktur besar dibaca secara menyeluruh. Ia menyoroti proyek seperti giant sea wall yang menurut pemodelan hidrodinamika di Teluk Semarang berpotensi mengubah pola arus, elevasi muka air, dan sedimentasi hingga radius lima kilometer.

Karena itu, perlindungan pesisir perlu menjaga keseimbangan lingkungan, bukan sekadar menahan masuknya air laut. Mangrove menjadi bagian penting dari cara pandang tersebut karena hutan ini bekerja sebagai tameng biologis di kawasan pantai.

Sejumlah penelitian yang disebutkan menunjukkan mangrove mampu menurunkan tinggi gelombang laut antara 13 hingga 66 persen dalam jarak 100 meter. Data itu memperkuat alasan mengapa penanaman mangrove kembali didorong sebagai strategi perlindungan pantai di Jawa Tengah.

Untuk pelaksanaannya, KLH menunjuk Universitas Islam Sultan Agung atau Unissula sebagai penanggung jawab program. Moh Jumhur Hidayat meminta persiapan segera dimulai agar pemetaan lahan dan pembentukan kepanitiaan bisa disusun bersama sejak awal.

Ia menyampaikan hal itu saat mengisi Stadium General di Kampus Unissula Semarang. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak kampus dan unsur lain yang terlibat agar pekerjaan memiliki peta kerja yang jelas.

Program penanaman 200 hektare mangrove ini juga memberi sinyal bahwa perlindungan pantai utara mulai diarahkan ke model yang lebih terintegrasi. Fokusnya bukan hanya merespons abrasi, tetapi juga menambah daya dukung alam supaya kawasan pesisir lebih siap menghadapi tekanan jangka panjang.

Dengan pelibatan kampus dan pembagian peran sejak tahap awal, program ini diharapkan segera masuk ke pemetaan dan pembentukan panitia. Dari sana, penanaman mangrove di Jawa Tengah ditargetkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat lapisan perlindungan alami di wilayah pesisir yang rawan abrasi.

Source: jateng.jpnn.com
Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru