Panas Piala Dunia 2026 Dinilai Makin Berbahaya, Aturan FIFA Disebut Belum Cukup Melindungi Pemain

Author: Redaksi Android62

Para ilmuwan menilai Piala Dunia 2026 belum memiliki perlindungan panas yang memadai bagi pemain. Kekhawatiran ini muncul karena sebagian besar stadion penyelenggara diperkirakan menghadapi kondisi suhu yang dapat mendorong tekanan panas ke level berbahaya.

Ancaman itu tidak hanya datang dari udara yang panas. Kelembapan tinggi dan angin yang rendah juga dapat mempercepat beban panas pada tubuh atlet, sementara 14 dari 16 stadion penyelenggara disebut berpotensi mencatat suhu di atas ambang batas normal bagi manusia.

Salah satu sorotan terbesar tertuju pada jeda minum yang hanya tiga menit. Para ahli menilai durasi itu terlalu singkat untuk membantu menurunkan suhu inti tubuh pemain saat laga berlangsung di bawah terik yang menyengat.

Professor Douglas Casa dari University of Connecticut menilai istirahat hidrasi di setiap babak seharusnya lebih lama. Ia menyebut lima menit sebagai durasi minimal, sedangkan enam menit dinilai lebih baik untuk membantu pemulihan pemain.

Kelompok ahli juga meminta FIFA memberi kewenangan untuk menunda pertandingan ketika indikator panas sudah melewati batas aman. Mereka menilai langkah itu penting karena kondisi tubuh pemain dapat memburuk dengan cepat saat mulai mengalami kepanasan.

Andrew Simms, Direktur New Weather Institute, menegaskan bahwa keamanan pemain menjadi perhatian mendesak. Ia menilai situasi di lapangan dapat berubah sangat cepat ketika seorang atlet mulai kepanasan, sehingga kebijakan yang terlalu longgar berisiko bagi kesehatan dan keselamatan.

Risiko yang makin tinggi

Analisis terbaru menunjukkan bahwa risiko panas pada turnamen mendatang telah meningkat dua kali lipat dibandingkan Piala Dunia 1994. Para ilmuwan mengaitkannya dengan perubahan iklim global yang membuat suhu rata-rata di wilayah Amerika Utara semakin ganas dan sulit diprediksi.

Sejumlah pertandingan bahkan diproyeksikan berlangsung dalam kondisi setara 38 derajat Celsius pada cuaca kering. Dalam olahraga dengan intensitas tinggi seperti sepak bola, suhu seperti itu dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan fisik pemain.

Pakar kesehatan menyebut bermain dalam kondisi tersebut tanpa perlindungan tambahan sebagai langkah yang tidak bertanggung jawab. Kombinasi panas, kelembapan, dan sirkulasi udara yang buruk dinilai dapat memperbesar risiko serangan panas.

Respons FIFA belum menutup kekhawatiran

FIFA menyatakan telah menyiapkan dukungan meteorologi dan penyesuaian jadwal sesuai kondisi iklim lokal di tiap kota. Namun, para ilmuwan tetap meragukan efektivitas pendekatan itu jika panduan keselamatan panas tidak diperbarui secara serius.

Mereka menilai ketergantungan pada teknologi pendingin di bangku cadangan saja tidak cukup untuk menghadapi ancaman di lapangan. Dengan tambahan risiko seperti badai petir dan polusi udara akibat kebakaran hutan, Piala Dunia 2026 disebut memiliki tingkat risiko medis yang tinggi.

Para ahli berharap FIFA segera memperbarui panduan panas sebelum turnamen dimulai. Mereka menekankan bahwa perlindungan terhadap atlet harus menjadi prioritas utama saat cuaca ekstrem terus meningkat di turnamen sepak bola terbesar dunia itu.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru