Pegaden Baru Dan Pariaman Ekspres Catat Lonjakan Penumpang, Kereta Makin Dipilih Untuk Mobilitas Harian

Author: Redaksi Android62

Lonjakan penumpang kereta api pada kuartal I 2026 menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan layanan yang dekat, murah, dan praktis untuk beraktivitas. Dua titik yang paling menonjol dalam catatan PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah KA Pariaman Ekspres dan Stasiun Pegaden Baru, yang sama-sama mencerminkan perubahan pola perjalanan penumpang.

Di banyak wilayah, kereta kini tidak lagi dipandang hanya sebagai moda antarkota. Layanan ini juga dipilih untuk perjalanan harian, kebutuhan akhir pekan, dan akses menuju pusat aktivitas yang lebih mudah dijangkau.

KA Pariaman Ekspres menguat sebagai pilihan perjalanan dekat

Salah satu angka paling mencolok datang dari KA Pariaman Ekspres. Sepanjang kuartal I 2026, layanan ini mengangkut 382.748 penumpang, naik 10,16 persen dibandingkan 347.459 penumpang pada periode yang sama tahun lalu.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyebut kenaikan itu menandakan mobilitas masyarakat yang makin tinggi, terutama untuk perjalanan jarak dekat. Untuk merespons permintaan tersebut, KAI menambah frekuensi perjalanan KA Pariaman Ekspres menjadi lima kali pulang pergi setiap hari.

Kereta ini melayani lintasan sepanjang 75 kilometer yang menghubungkan kawasan perkotaan dengan wilayah pesisir Sumatera Barat. Dengan tarif Rp 5.000, layanan tersebut menjadi opsi transportasi yang dinilai ekonomis untuk kegiatan rutin maupun perjalanan singkat saat akhir pekan.

Rute singkat memberi nilai tambah bagi penumpang

Daya tarik KA Pariaman Ekspres tidak hanya terletak pada harga tiketnya yang rendah. Jalurnya juga memberi pengalaman perjalanan yang khas karena melewati sejumlah titik seperti Alai, Air Tawar, Tabing, hingga Lubuk Alung.

Sepanjang lintasan, penumpang bisa melihat panorama laut dan pohon kelapa yang menjadi ciri wilayah tersebut. Akses langsung ke Pantai Gandoriah di Pariaman turut memperkuat minat masyarakat karena perjalanan bisa dilakukan tanpa perlu berganti moda terlalu banyak.

Anne menilai pola perjalanan singkat semacam ini cocok bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu luang dengan cara sederhana. KAI pun menyatakan layanan tersebut akan terus dipantau agar tetap selaras dengan kebutuhan pengguna.

Pegaden Baru kembali ramai melayani naik turun penumpang

Di Jawa Barat, Stasiun Pegaden Baru di Kabupaten Subang juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada kuartal I 2026, jumlah pelanggan berangkat dari stasiun itu mencapai 16.110 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan 3.252 orang pada kuartal I 2022.

Peningkatan juga terlihat pada penumpang datang. Dari 3.146 orang pada kuartal I 2022, jumlahnya naik menjadi 8.422 orang pada 2023, lalu bertambah menjadi 12.612 pada 2024, 14.142 pada 2025, dan 16.063 pada kuartal I 2026.

KAI menjelaskan bahwa stasiun ini kembali diaktifkan untuk melayani naik turun penumpang kereta api jarak jauh. Sebelumnya, warga di sekitar wilayah tersebut harus menuju Stasiun Haurgeulis atau Bandung untuk menjangkau layanan kereta api.

Saat ini, Pegaden Baru melayani rangkaian seperti KA Gunungjati, KA Bengawan, dan KA Tawang Jaya Premium. KAI melihat antusiasme warga terus tumbuh setelah layanan di stasiun tersebut berjalan kembali secara penuh.

Akses yang lebih dekat mengubah kebiasaan perjalanan

Pertumbuhan di dua lokasi itu memperlihatkan bahwa akses memegang peran besar dalam keputusan masyarakat memilih kereta api. Ketika titik naik turun semakin dekat dan ongkos tetap terjangkau, kereta menjadi lebih relevan untuk kebutuhan harian.

Di Subang, keberadaan layanan yang mudah dijangkau juga dinilai penting karena terkoneksi dengan potensi daerah dan kawasan ekonomi seperti Pelabuhan Patimban. Bagi penumpang, konektivitas yang membaik memberi lebih banyak pilihan untuk menyusun perjalanan, baik untuk urusan kerja maupun kebutuhan pribadi.

KAI menyatakan akan terus mengevaluasi layanan dengan mendengarkan masukan pelanggan dan menyesuaikan operasional berdasarkan dinamika di lapangan. Dengan pola perjalanan yang terus bergeser, kereta api tetap berada dalam posisi penting sebagai moda yang cepat, murah, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Berita Terbaru