Persebaya Mengamuk Di Babak Kedua, Arema FC Tumbang 0-4 Setelah Laga Ketat Di Bali

Author: Redaksi Android62

Persebaya Surabaya menutup derbi Jawa Timur dengan kemenangan telak 4-0 atas Arema FC dalam pekan ke-30 Super League 2025/2026. Hasil itu lahir dari perubahan permainan yang sangat jelas setelah babak pertama berakhir tanpa gol di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4).

Green Force tampil jauh lebih efektif setelah jeda dan membuat Arema FC kehilangan kendali. Situasi yang sempat seimbang pada paruh pertama berubah menjadi dominasi penuh Persebaya hingga laga selesai.

Babak pertama berjalan keras dan sama kuat

Sejak awal pertandingan, Arema FC mencoba mengambil inisiatif lebih dulu dengan tekanan agresif. Beberapa peluang dibangun lewat Gustavo Franca Amadio, Dalberto Luan Belo, dan Roberto Pimenta Vinagre Filho, namun belum ada yang menghasilkan gol.

Persebaya juga tidak sepenuhnya diam dan sempat mendapatkan peluang melalui Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas pada menit ke-35. Akan tetapi, tembakannya masih melenceng sehingga skor tetap bertahan 0-0.

Tensi tinggi mewarnai babak pertama dan duel berlangsung cukup terbuka. Wasit sampai harus mengeluarkan kartu kuning untuk Hansamu Yama Pranata dari Arema FC dan Toni Firmansyah dari Persebaya Surabaya.

Persebaya berubah total setelah turun minum

Memasuki babak kedua, Persebaya langsung menaikkan intensitas permainan. Tekanan mereka ke lini pertahanan Arema FC membuat jalannya laga berubah dengan cepat dan lebih berpihak kepada tim tamu.

Gol pembuka akhirnya hadir pada menit ke-49 lewat Francisco Israel Rivera Davalos. Ia menuntaskan peluang setelah menerima umpan dari Mihailo Perovic, dan gol ini menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan.

Setelah unggul, Persebaya bermain lebih percaya diri dan lebih rapi dalam membangun serangan. Lini depan mereka tampil lebih tajam, sementara Arema FC kesulitan menjaga stabilitas permainan seperti yang sempat terlihat pada babak pertama.

Arema gagal menjaga ritme permainan

Tertinggal satu gol membuat Arema FC berada dalam situasi yang semakin sulit. Upaya untuk keluar dari tekanan tidak berjalan mulus karena pertahanan Persebaya cukup rapat dan menutup banyak ruang penting di area lawan.

Di sisi lain, Persebaya justru memanfaatkan ruang yang mulai terbuka di belakang. Serangan mereka menjadi lebih efisien dan terus menekan, sehingga Arema makin susah mengembangkan balasan yang benar-benar berbahaya.

Kondisi itu membuat Singo Edan gagal mempertahankan keseimbangan permainan setelah jeda. Serangan yang dibangun tidak cukup efektif untuk mengancam, sementara Persebaya semakin nyaman mengontrol jalannya laga.

Skor akhir menunjukkan perbedaan efektivitas

Kemenangan 4-0 menjadi gambaran jelas tentang perbedaan efektivitas kedua tim. Arema FC sempat memberikan perlawanan keras di babak pertama, tetapi Persebaya tampil jauh lebih klinis ketika peluang mulai terbuka setelah turun minum.

Green Force berhasil menjaga disiplin permainan sekaligus memaksimalkan momen penting yang muncul di babak kedua. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa perubahan tempo dan ketajaman penyelesaian menjadi pembeda utama dalam derbi Jawa Timur tersebut.

Source: www.jawapos.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru