Persiku Kudus sudah memastikan diri terbebas dari ancaman degradasi di Pegadaian Championship pada saat kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan. Status aman itu lahir dari posisi Persiku yang tetap bertahan di peringkat ke-7 Grup Timur dengan koleksi 27 poin dari 24 laga.
Jarak poin yang mereka miliki kini membuat persaingan di papan bawah tidak lagi menjadi ancaman langsung. Di sisi lain, Persiku tetap dituntut menjaga ritme permainan karena tiga laga tersisa masih bisa menjadi ukuran penting bagi konsistensi tim sampai akhir musim.
Posisi aman di klasemen
Persiku berada di jalur yang jauh lebih nyaman dibanding sejumlah tim di bawah mereka. Persiba Balikpapan menempati peringkat ke-9 dengan 17 poin, sedangkan Persipal FC berada di dasar klasemen dengan tujuh poin dan sudah lebih dulu dipastikan turun kasta.
Dengan kondisi itu, Persiku tidak lagi harus memikirkan ancaman terlempar ke zona degradasi. Namun, situasi aman tersebut bukan alasan untuk menurunkan intensitas karena sisa musim tetap menyimpan nilai penting bagi tim.
Fokus tim tetap sama
Pelatih kepala Persiku, Bambang Pujo Sumantri, menegaskan bahwa timnya tidak ingin kehilangan fokus meski target bertahan sudah tercapai. Ia menekankan pentingnya menjaga performa agar Persiku mampu menutup musim dengan hasil yang lebih baik.
“kami tetap ingin menjaga konsistensi permainan. Target kami adalah menutup musim dengan hasil sebaik mungkin,” ujar Bambang dikutip dari ileague.id.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa tiga laga terakhir tidak dipandang sebagai formalitas. Setiap pertandingan masih dianggap sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas permainan, menjaga mental tim, dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk musim berikutnya.
Jadwal yang masih menanti Persiku
Sisa pertandingan Persiku menghadirkan tantangan dengan karakter yang berbeda. Laga pertama menjadi ujian paling berat karena harus dimainkan di kandang lawan, sementara dua laga berikutnya memberi ruang bagi tim untuk meraih hasil yang lebih baik.
- Bertandang ke markas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Senin (20/4)
- Menjamu Deltras FC pada 26 April
- Bertandang ke markas Persipura Jayapura pada 2 Mei
Pertemuan dengan PSS Sleman diprediksi menjadi laga paling sulit karena lawan dikenal kuat saat bermain di kandang. Setelah itu, Persiku akan tampil di depan pendukung sendiri ketika menghadapi Deltras FC, sebelum menutup rangkaian musim dengan lawatan jauh ke Jayapura.
Modal dari putaran ketiga
Kabar baik bagi Persiku tidak hanya datang dari posisi klasemen, tetapi juga dari tren hasil yang mereka dapatkan pada putaran ketiga. Dalam enam laga terakhir yang sudah dijalani, Macan Muria sama sekali belum tersentuh kekalahan.
Rapor tersebut terdiri atas tiga kemenangan dan tiga hasil imbang. Catatan itu menunjukkan bahwa Persiku mulai menemukan kestabilan di fase penting musim, tepat ketika mereka membutuhkan poin untuk mengamankan posisi.
Performa tanpa kalah tersebut juga memberi nilai tambah secara mental. Saat tim datang ke tiga laga sisa dengan modal seperti itu, rasa percaya diri biasanya ikut terangkat, terutama ketika lawan yang dihadapi memiliki karakter pertandingan yang berbeda-beda.
Catatan utama Persiku di fase akhir musim
| Aspek | Data |
|---|---|
| Posisi klasemen | Peringkat ke-7 Grup Timur |
| Poin | 27 dari 24 pertandingan |
| Status | Aman dari degradasi |
| Rekor 6 laga terakhir | 3 menang, 3 imbang, 0 kalah |
| Sisa pertandingan | 3 laga |
Persiku kini berada pada fase ketika hasil bukan lagi soal bertahan hidup di klasemen, melainkan soal menjaga standar permainan. Tiga pertandingan tersisa akan menjadi penentu apakah konsistensi yang sudah terlihat pada putaran ketiga bisa terus dipertahankan hingga musim benar-benar berakhir.
Source: www.jawapos.com