Personel Gabungan Disiagakan di Titik Rawan May Day, Polda Jabar Usung Pengamanan Humanis

Author: Redaksi Android62

Polda Jawa Barat menempatkan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dengan pendekatan yang tidak hanya ketat, tetapi juga mengutamakan cara-cara humanis. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi potensi penyampaian pendapat di muka umum pada 1 Mei 2026 agar situasi di Jawa Barat tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa pengamanan akan dijalankan secara maksimal dengan pola persuasif dan profesional. Dengan pendekatan seperti itu, masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa, sementara peserta aksi tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Personel Ditempatkan di Titik Rawan

Polda Jabar juga menyiapkan personel gabungan di sejumlah lokasi strategis yang diperkirakan menjadi pusat keramaian. Titik-titik yang menjadi perhatian meliputi jalur utama dan area yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya massa.

Penempatan aparat di lokasi-lokasi tersebut bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat. Selain itu, kehadiran personel juga diarahkan untuk mencegah potensi gangguan sejak awal agar peringatan Hari Buruh tetap berjalan lancar.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak Diperkuat

Selain mengandalkan kekuatan di lapangan, Polda Jabar memperkuat koordinasi dengan Polres jajaran, pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait lainnya. Sinergi ini disiapkan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dipantau menyeluruh dan ditangani cepat bila muncul dinamika di lapangan.

Kerja sama lintas lembaga menjadi penting karena peringatan May Day kerap melibatkan mobilitas massa dalam jumlah besar. Dengan koordinasi yang intensif, pengamanan diharapkan lebih terarah dan tetap mengutamakan ketertiban umum.

Peserta Aksi Diminta Tetap Damai

Polda Jabar juga mengingatkan peserta unjuk rasa agar tetap menjaga ketertiban saat menyampaikan pendapat di muka umum. Massa diminta tidak melakukan tindakan provokatif, tidak anarkis, dan tidak merusak fasilitas umum.

Hendra menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus tetap mengutamakan keselamatan bersama dan mematuhi aturan hukum. Pesan ini sejalan dengan harapan agar peringatan May Day menjadi ruang penyampaian pendapat yang damai, bukan sumber gangguan keamanan.

Pendekatan Humanis Jadi Prioritas

Dalam setiap tahap pengamanan, personel di lapangan diminta mengedepankan pendekatan humanis agar hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi. Polda Jabar menegaskan pengamanan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur, tanpa mengabaikan pelayanan kepada warga.

Cara ini juga ditujukan untuk menjaga komunikasi yang baik antara aparat dan peserta aksi. Dengan begitu, fokus pengamanan tidak hanya pada pengendalian situasi, tetapi juga pada pencegahan eskalasi yang tidak diperlukan.

Ajakan Jaga Jabar Tetap Kondusif

Melalui semangat moto “Sauyunan Jaga Lembur”, Polda Jabar mengajak masyarakat ikut menjaga Jawa Barat tetap aman selama peringatan Hari Buruh Internasional berlangsung. Kepolisian juga mengingatkan pentingnya menghindari hoaks dan provokasi yang dapat memicu gangguan keamanan di tengah aktivitas publik.

Ajakan tersebut menegaskan bahwa keamanan bukan hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada disiplin dan partisipasi masyarakat. Dengan kesiapsiagaan pengamanan dan pendekatan yang lebih humanis, Polda Jabar berharap May Day di Jawa Barat dapat berlangsung tertib, aman, dan kondusif bagi semua pihak.

Source: www.radarbandung.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru