Pertamina Pastikan SAF dan B50 Siap Jalan, Jawa Timur Didorong Jadi Ujung Tombak Energi Baru

Author: Redaksi Android62

Kesiapan fasilitas energi di Jawa Timur menjadi sorotan utama setelah Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau langsung dua titik strategis di wilayah Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap andal, sekaligus menguatkan transisi menuju bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Fokus terbesar kunjungan tersebut tertuju pada kesiapan Sustainable Aviation Fuel atau SAF dan biosolar B50. Dua program ini dipandang sebagai bagian penting dari penguatan kemandirian energi nasional dan upaya menekan emisi dari sektor transportasi dan penerbangan.

AFT Juanda disorot untuk dukungan SAF

Di Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda, Iriawan menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia agar implementasi SAF bisa berjalan mulus. Fasilitas ini menjadi salah satu titik penting untuk memastikan layanan energi penerbangan tetap stabil di tengah dorongan penggunaan avtur ramah lingkungan.

Ia menilai pengembangan SAF bukan hanya relevan secara global, tetapi juga memberi peluang bagi Indonesia untuk memaksimalkan sumber daya domestik. Dalam pandangannya, langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan kemandirian energi nasional dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil impor.

Karena itu, pasokan avtur diminta dijaga secara ketat tanpa toleransi terhadap kekurangan stok maupun jeda pelayanan. Penekanan itu menunjukkan bahwa aspek operasional tetap menjadi syarat utama sebelum transisi energi dijalankan lebih luas.

Terminal Surabaya disebut siap dukung B50

Setelah dari AFT Juanda, peninjauan berlanjut ke Integrated Terminal (IT) Surabaya yang disebut sebagai salah satu terminal energi terintegrasi terbesar di Indonesia. Terminal ini memegang peran vital dalam distribusi energi untuk wilayah timur Indonesia.

Manager IT Surabaya Indriati Purba Lestari melaporkan bahwa seluruh fasilitas dan infrastruktur terminal sudah siap mendukung penyediaan serta distribusi biosolar B50. Kesiapan itu disampaikan menjelang rencana peluncuran program B50 oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.

Laporan tersebut menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya menyiapkan arah kebijakan energi baru, tetapi juga memastikan sisi operasional benar-benar siap. Dengan begitu, distribusi energi di kawasan timur tetap dapat berjalan lancar ketika program mulai dijalankan.

Lokasi Fokus Pemeriksaan Keterangan
AFT Juanda SAF Kesiapan infrastruktur, SDM, dan pasokan avtur
IT Surabaya B50 Fasilitas dan infrastruktur disebut siap untuk distribusi biosolar

Kunjungan kerja Iriawan berlangsung mulai Senin (29/6/2026) hingga Jumat (3/7/2026) dalam rangkaian Management Walkthrough di dua fasilitas tersebut. Pengawasan langsung ini menjadi bagian dari perhatian Pertamina terhadap aset strategis yang menopang distribusi energi di kawasan timur Indonesia.

Dengan dua fasilitas itu, Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai wilayah penting dalam agenda transisi energi Pertamina. Di satu sisi, layanan aviasi harus tetap andal, sementara di sisi lain infrastruktur distribusi bahan bakar nabati perlu disiapkan agar program baru bisa dieksekusi tanpa hambatan.

Source: www.jpnn.com
Berita Terbaru