Jawa Tengah pada Selasa, 19 Mei 2026, masih perlu bersiap menghadapi cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Sejumlah wilayah diprakirakan berada dalam kondisi berawan hingga berpotensi diguyur hujan ringan, sementara beberapa titik lain masih menyimpan peluang hujan disertai petir.
Di antara daerah yang perlu diperhatikan, kawasan Merapi menjadi salah satu yang paling dinamis. Wilayah yang mencakup Sleman, Boyolali, Magelang, dan Salatiga itu diprakirakan mengalami hujan ringan disertai petir, sehingga aktivitas luar ruang di area tersebut layak diatur lebih hati-hati.
Sementara itu, Pantura Jawa Tengah bagian timur di sekitar Gunung Muria juga tidak sepenuhnya aman dari cuaca basah. Kudus, Pati, dan Rembang masih berpeluang mengalami gerimis berpetir, meski kondisi umum di kawasan tersebut diprakirakan cenderung berawan.
Di Pantura Barat yang meliputi Brebes, Pekalongan, Tegal, dan Pemalang, cuaca diprediksi lebih tenang dengan langit cerah berawan. Meski begitu, hujan ringan tetap masih membayangi dan udara lembap juga diperkirakan bertahan di kisaran 65 hingga 98 persen.
Semarang sendiri berada dalam situasi yang serupa, yakni belum benar-benar lepas dari potensi cuaca basah. Kota ini diprakirakan berawan, tetapi hujan ringan masih berpeluang turun dan perlu diantisipasi terutama oleh warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Untuk ibu kota Jawa Tengah itu, suhu udara diperkirakan berada pada rentang 25 hingga 30 derajat celsius. Kelembaban udara juga cukup tinggi, yakni 65 hingga 89 persen, sehingga suasana terasa lembap sepanjang hari.
Arah angin di Semarang diprediksi bergerak dari timur menuju barat laut hingga tenggara. Kecepatannya berkisar 3 hingga 10 km/jam, sehingga hembusannya tergolong ringan dan tidak terlalu dominan memengaruhi kondisi harian.
Kondisi serupa terlihat di Pantura Barat, dengan suhu udara 24 hingga 31 derajat celsius dan angin bergerak dari barat laut ke timur laut menuju utara. Kecepatan anginnya berada di kisaran 2 hingga 8 km/jam, sehingga pola cuaca di wilayah itu relatif masih dipengaruhi udara lembap.
Di kawasan Merapi, suhu udara diprakirakan lebih sejuk, yakni 20 hingga 29 derajat celsius. Angin di wilayah ini bertiup lemah dari barat daya ke tenggara menuju timur laut, dengan kecepatan hanya 2 hingga 3 km/jam dan kelembaban 64 hingga 98 persen.
Perbedaan kondisi antardaerah ini membuat warga Jawa Tengah perlu menyesuaikan rencana perjalanan dan kegiatan harian. Wilayah yang berpotensi hujan, terutama pada siang hingga sore hari, menjadi area yang paling perlu diwaspadai di tengah pola langit yang bervariasi dari berawan hingga petir di sejumlah titik.
Source: news.google.com