Pintu Kedokteran UNUSA Untuk Kader Pramuka Jatim, Skema Beasiswa Hingga Mandiri Disiapkan

Author: Redaksi Android62

Peluang anggota Pramuka Jawa Timur untuk menembus Fakultas Kedokteran UNUSA kini mulai terbuka lewat pembahasan jalur khusus masuk dan skema pembiayaan pendidikan. Gagasan ini tidak hanya memberi akses yang lebih luas, tetapi juga menempatkan kader muda pada jalur pembinaan menuju profesi kesehatan yang lebih strategis.

Pembahasan tersebut lahir dari pertemuan UNUSA dengan kwartir cabang Gerakan Pramuka di Padepokan Arum Sabil, Kecamatan Tanggul, Jember. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membicarakan akses pendidikan tinggi bagi anggota Pramuka, dengan fokus pada peluang melanjutkan studi ke bidang kedokteran.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya atau YARSIS, Mohammad Nuh, menegaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk memperluas kesempatan kader Pramuka. Ia menilai pembinaan anggota Pramuka tidak cukup berhenti pada kegiatan organisasi, tetapi juga perlu ditopang pendidikan dan kompetensi profesional.

UNUSA bahkan menyiapkan beberapa opsi agar jalur itu lebih mudah dijangkau. Selain jalur khusus, lembaga ini juga membuka kemungkinan pembiayaan pendidikan melalui program beasiswa hingga jalur mandiri bagi anggota Pramuka.

Fakultas Kedokteran UNUSA Jadi Titik Tumpu

Mohammad Nuh menyebut masih banyak masyarakat yang belum mengenal fasilitas dan pengembangan pendidikan di Fakultas Kedokteran UNUSA. Padahal, fakultas tersebut sudah mengantongi akreditasi unggul dan didukung rumah sakit pendidikan serta program pendidikan dokter spesialis atau PPDS.

Ia juga memperkenalkan arah pengembangan fakultas itu kepada jajaran Pramuka Jawa Timur. Saat ini, Fakultas Kedokteran UNUSA dipimpin Budi Santoso, yang sebelumnya pernah menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Arah pengembangannya tidak berhenti pada penguatan akademik semata. UNUSA juga mendorong integrasi ilmu medis dan teknologi kesehatan agar lulusan punya kemampuan yang lebih luas dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Pramuka Jatim Menyambut Positif

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, H.M Arum Sabil, memberi respons positif terhadap peluang tersebut. Ia menilai profesi dokter masih dianggap sulit dijangkau oleh banyak pelajar, sehingga kesempatan bagi kader Pramuka masuk pendidikan kedokteran menjadi hal penting.

Arum juga menyoroti penjelasan bahwa pendidikan di Fakultas Kedokteran UNUSA menekankan disiplin agar mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu. Karena itu, ia berharap pembahasan ini tidak berhenti pada wacana kerja sama, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi anggota Pramuka di daerah.

Menurut Arum, kader Pramuka perlu didorong memiliki profesi dan keahlian agar dapat berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pramuka harus ikut ambil bagian dalam upaya mencetak sumber daya manusia unggul dan membuka akses pendidikan yang lebih terbuka, termasuk di bidang kesehatan.

Bagi Pramuka Jawa Timur, jalur ini bisa menjadi langkah baru yang melampaui pembinaan karakter semata. Jika skema itu berjalan, anggota Pramuka berpeluang masuk ke pendidikan kedokteran dengan dukungan jalur khusus dan pilihan pembiayaan yang lebih terbuka.

Source: www.ngopibareng.id
Berita Terbaru