Polres Metro Jakarta Pusat masih menelusuri laporan dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya. Penyidik mendalami informasi bahwa korban didatangi lima orang sebelum diduga dibawa paksa dari sebuah restoran di Mangga Besar.
Keberadaan Jesslyn hingga kini belum dapat dipastikan. Polisi mengumpulkan bukti digital, rekaman CCTV, serta keterangan sejumlah saksi untuk menguji seluruh rangkaian informasi yang dilaporkan.
Pemeriksaan CCTV dan Saksi Jadi Fokus
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan penyelidikan masih berjalan. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan menelusuri sejumlah tempat yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.
Menurut Roby, penyidik juga meminta keterangan dari pihak keluarga korban. “Termasuk memeriksa CCTV di lokasi, saksi-saksi termasuk rumah dari pada korban dan orang tua korban,” ujar Roby.
Pemeriksaan tersebut diarahkan untuk memastikan keterangan yang diterima kepolisian. Informasi awal dalam laporan masih perlu diverifikasi sebelum penyidik menarik kesimpulan mengenai peristiwa itu.
| Perincian | Informasi |
|---|---|
| Lokasi | Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat |
| Waktu kejadian | Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB |
| Pelapor | NA, teman korban |
| Terduga pelaku | Lima orang |
| Nomor laporan | LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA |
Laporan Dibuat oleh Teman Korban
Laporan polisi dibuat oleh teman korban berinisial NA. Dalam laporan itu, korban disebut dengan inisial JW dan diduga dibawa paksa oleh lima orang dari restoran.
Roby membenarkan bahwa kepolisian telah menerima laporan tersebut pada 21 Juli 2026. “Benar jadi kami menerima laporan polisi dari pelapor atas Nama NA selaku teman korban yang melaporkan adanya dugaan penculikan,” katanya kepada wartawan.
Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB. Lokasinya berada di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat.
Saksi Menyebut Mobil Berwarna Hitam
Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, menyampaikan peristiwa itu diduga berlangsung sesaat sebelum sebuah acara ulang tahun dimulai. Berdasarkan keterangan saksi yang diterima pihak pelapor, mata korban diduga ditutup sebelum dibawa oleh dua pria bertubuh besar.
Dua pria itu disebut mengarahkan Jesslyn menuju mobil berwarna hitam. Andi menyebut korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha keluar, tetapi kemudian kembali dimasukkan ke kendaraan tersebut.
Sejak kejadian itu, keluarga serta teman korban disebut tidak dapat menghubungi Jesslyn Wijaya. Telepon seluler yang diduga digunakan korban juga dilaporkan tidak dapat diakses.
Informasi Perjalanan Masih Diuji
Pihak pelapor turut menerima informasi bahwa korban diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Andi menegaskan informasi itu belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendalaman penyidik.
Informasi lain menyebut perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi di kawasan Puri Jimbaran. Keterangan mengenai lokasi perangkat itu juga belum dikonfirmasi dalam proses penyelidikan.
Andi meminta kepolisian menjalankan penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Penyidik tetap berfokus pada pemeriksaan bukti digital, CCTV, dan kesaksian untuk memastikan rangkaian kejadian yang dilaporkan.
