Pelatnas Tak Lagi Tahunan, Prabowo Buka Jalan Pembinaan Atlet Jangka Panjang

Author: Redaksi Android62

Presiden Prabowo Subianto menyetujui skema anggaran multiyears untuk pemusatan latihan nasional atau pelatnas atlet. Kebijakan ini dinilai memberi kepastian yang lebih kuat bagi pembinaan olahraga nasional yang membutuhkan waktu panjang dan kesinambungan program.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir setelah pertemuan di Hambalang, Jumat, 19 Juni 2026. Menurut Erick, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian pada kesiapan olahraga nasional untuk jangka panjang.

Kepastian pendanaan untuk pelatnas

Erick menilai skema tahunan tidak lagi memadai untuk kebutuhan pelatnas. Pembinaan atlet, kata dia, harus disusun dengan perencanaan yang stabil agar persiapan menuju ajang besar tidak terputus di tengah jalan.

Ia menegaskan bahwa pelatnas tidak mungkin dibiayai per tahun karena target prestasi nasional menuntut program yang berjalan berkelanjutan. Karena itu, usulan multiyears dipandang sebagai solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembinaan atlet Indonesia.

Fokus ke ajang internasional

Dalam penjelasannya, Erick menyebut persiapan menuju SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade membutuhkan waktu panjang. Menurut dia, skema multiyears akan membantu pemerintah menjaga arah pembinaan agar lebih konsisten dari satu fase ke fase berikutnya.

“Tadi Pak Mensesneg dan Pak Seskab langsung akan memfollow up bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya platnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multiyears. Dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan ya, prestasinya,” ujar Erick.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah ingin memberi landasan yang lebih kokoh bagi pembinaan atlet nasional. Dengan kepastian anggaran, program pelatnas diharapkan tidak lagi bergantung pada siklus tahunan yang rawan menghambat ritme latihan.

Prestasi atlet ikut diperhitungkan

Erick juga menyinggung capaian sejumlah atlet Indonesia yang mulai menunjukkan hasil menggembirakan di level internasional. Ia menilai perkembangan ini menjadi alasan tambahan mengapa pembinaan harus diperkuat sejak sekarang.

Sejumlah contoh yang ia sebut datang dari cabang catur, balap motor, hingga skateboard. Menurut Erick, ada atlet yang berhasil mengalahkan juara dunia Magnus, ada pula Kiandra yang meraih juara di salah satu sirkuit balap motor, serta talenta muda skateboard berusia 13 tahun.

Dengan skema pelatnas multiyears, pemerintah berharap pembinaan tidak hanya menyasar cabang olahraga yang sudah mapan. Kebijakan ini juga diharapkan membuka ruang lebih luas bagi atlet muda yang mulai memperlihatkan potensi besar untuk meraih prestasi internasional.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru