Putra Mahkota Norwegia Dihukum 4 Tahun, Skandal Høiby Guncang Istana

Author: Redaksi Android62

Pengadilan Distrik Oslo menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Marius Borg Høiby setelah menyatakan dia bersalah atas dua tuduhan pemerkosaan. Putusan itu langsung menambah tekanan besar terhadap keluarga kerajaan Norwegia yang sudah berbulan-bulan berada dalam sorotan publik.

Høiby adalah putra Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit, dan kasus ini kini menjadi salah satu persoalan paling serius yang membayangi istana. Meski bukan anggota keluarga kerajaan, ia tumbuh di lingkungan istana setelah ibunya menikah dengan Putra Mahkota Haakon saat dirinya berusia empat tahun.

Rincian vonis di ruang sidang Oslo

Majelis tiga hakim membacakan putusan yang menyatakan Høiby bersalah atas dua peristiwa pemerkosaan yang terjadi dalam rentang waktu berbeda. Pengadilan juga membebaskannya dari dua tuduhan pemerkosaan lain, namun tetap memvonisnya atas sejumlah pelanggaran lain yang ikut didakwakan.

Høiby tidak hadir secara langsung di ruang sidang karena alasan kesehatan yang tidak dijelaskan, tetapi mengikuti jalannya persidangan melalui sambungan video. Dalam sidang itu, hanya satu dari enam perempuan yang terlibat dalam perkara yang hadir untuk mendengar putusan.

Perempuan tersebut terlihat menangis ketika hakim menyatakan Høiby bersalah memperkosanya. Pengadilan menilai korban pada salah satu kasus berada dalam keadaan tidur dan tidak mampu melawan.

Kasus yang dinilai paling berat

Menurut pertimbangan hakim, salah satu pemerkosaan terjadi di properti Putra Mahkota di Skaugum pada 2018. Kasus lain melibatkan perempuan di Oslo pada 2024, dan pengadilan menyimpulkan korban tidak mampu menolak apa yang terjadi.

Jaksa menyebut perempuan dalam perkara Oslo itu diperkosa setelah pesta pada Maret 2024 ketika ia dalam kondisi tidak sadar atau tertidur setelah sebelumnya melakukan hubungan seksual yang disepakati bersama. Pengadilan menerima pokok penilaian bahwa korban tidak berada dalam posisi untuk memberikan penolakan.

Pengadilan juga menyatakan seluruh tuduhan pemerkosaan yang dipertimbangkan dalam perkara ini melibatkan perempuan yang saat kejadian sedang tidur atau dalam kondisi tidak berdaya. Salah satu korban baru mengetahui tahun lalu bahwa Høiby pernah merekam kejadian tersebut.

Dakwaan lain dan penolakan dari pihak pembela

Selain dua vonis pemerkosaan, Høiby juga dinyatakan bersalah atas kekerasan terhadap mantan pacarnya, influencer Norwegia Nora Haukland, serta menyebabkan luka fisik serius terhadap pasangan lain. Ia ditangkap di apartemen perempuan tersebut di kawasan Frogner, Oslo, pada Agustus 2024.

Di sisi lain, pengadilan membebaskannya dari dua tuduhan pemerkosaan lain. Kedua perkara itu masing-masing terkait perempuan yang ditemuinya di hotel di Oslo pada November 2024 dan perempuan yang dikenalnya saat liburan di kepulauan Lofoten pada 2023.

Høiby sendiri menyangkal seluruh empat tuduhan pemerkosaan tersebut. Tim pengacaranya masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan pengadilan.

Tuntutan jaksa dan dampak bagi keluarga kerajaan

Jaksa penuntut meminta hukuman tujuh tahun tujuh bulan penjara, sedangkan tim pembela meminta vonis 18 bulan. Pengacara pembela Petar Sekulic kembali meminta kliennya dibebaskan setelah putusan dibacakan, sementara Ellen Holager Andenæs menyebut pihak pembela puas atas vonis bebas dari dua dakwaan, tetapi lebih kritis terhadap aspek lain dalam putusan.

Sidang dimulai dengan ringkasan kesimpulan dari hakim Jon Sverdrup Efjestad sebelum ia menjelaskan putusan setebal 128 halaman. Pengadilan kemudian memerintahkan Høiby membayar total 640.000 kroner sebagai kompensasi kepada empat perempuan, termasuk Nora Haukland yang menjadi satu-satunya perempuan yang identitasnya boleh disebut dalam perkara ini.

Kasus ini ikut menyeret citra keluarga kerajaan Norwegia di tengah kondisi kesehatan Mette-Marit yang disebut sangat sakit akibat fibrosis paru dan telah dimasukkan ke daftar tunggu transplantasi paru. Pengacaranya berulang kali meminta pembebasan Høiby dari tahanan agar ia bisa menghabiskan waktu bersama ibunya, tetapi permintaan itu sempat dikabulkan pengadilan distrik dan kemudian dibatalkan Mahkamah Agung.

Seorang koresponden kerajaan menilai putusan ini memengaruhi persepsi publik terhadap keluarga kerajaan, terlebih setelah sorotan atas hubungan pertemanan tiga tahun Mette-Marit dengan Jeffrey Epstein kembali muncul. Namun, perhatian kini disebut bergeser pada kondisi kesehatannya yang membayangi seluruh kasus.

Peggy Simcic Brønn, profesor emerita di BI Norwegian Business School dan spesialis reputasi serta hubungan masyarakat, menyebut keluarga kerajaan sedang berada dalam krisis kelembagaan. Ia menilai cara terbaik menghadapi situasi itu adalah membiarkan proses hukum berjalan, sembari keluarga berupaya memperbaiki dampak reputasi yang ditinggalkan perkara ini.

Istana menyatakan tidak akan berkomentar atas putusan tersebut. Dengan vonis ini, perhatian publik terhadap keluarga kerajaan Norwegia diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru