Ratusan Pesanan Sudah Masuk, BYD M6 DM Buka Babak Baru PHEV Di Indonesia

Author: Redaksi Android62

Pemesanan BYD M6 DM disebut sudah bergerak hingga ratusan unit, dan minat itu tidak hanya datang dari wilayah tertentu. Surat pemesanan kendaraan juga masuk dari berbagai daerah di Indonesia, menandakan sambutan awal yang cukup luas untuk model plug-in hybrid pertama BYD di pasar Tanah Air.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan permintaan terhadap M6 DM terus meningkat. Ia menambahkan, banyak konsumen datang langsung ke showroom untuk mencari informasi lebih jauh sekaligus melihat teknologi yang diusung model ini.

Respons pasar ikut menguat setelah perusahaan mengumumkan indication price. Menurut Luther, pesanan yang diterima bahkan sempat mencapai ratusan unit per hari sebelumnya, sementara proses pemesanan masih terus berjalan.

Langkah baru BYD di pasar elektrifikasi

Kehadiran M6 DM menjadi momen penting bagi BYD di Indonesia karena model ini adalah PHEV pertama yang resmi dipasarkan. Selama ini, merek tersebut lebih dikenal lewat mobil listrik murni, sehingga M6 DM membuka babak baru dalam strategi elektrifikasinya.

Sambutan awal yang positif juga memberi sinyal bahwa teknologi plug-in hybrid mulai mendapat perhatian lebih besar. Bagi BYD, minat dari banyak daerah menjadi bekal untuk memperluas pengenalan teknologi tersebut ke pasar yang lebih luas.

Dalam beberapa minggu mendatang, perusahaan berencana menggelar rangkaian kegiatan pengenalan produk dan teknologi ke sejumlah kota besar. Kota yang disebut antara lain Medan, Semarang, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Bekal teknis yang dibawa M6 DM

Di balik tingginya minat pasar, M6 DM hadir dengan pendekatan teknis yang menggabungkan mesin bensin 1.498 cc dan motor listrik pintar berteknologi DM generasi kelima. Sistem itu dipasangkan dengan Dedicated Hybrid Transmission atau E-CVT.

BYD menyebut tenaga mesin berada di kisaran 160 Tk, sedangkan torsi motor listrik mencapai 210 Nm. Untuk akselerasi, mobil ini diklaim bisa melaju dari 0-100 km per jam dalam 9,1 detik.

Pada sisi baterai, M6 DM menggunakan Blade Battery berbasis LFP berkapasitas 18,3 kWh. Dalam mode listrik murni, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 100 kilometer tanpa bensin.

Daya tarik efisiensi dan jarak tempuh

Kombinasi baterai dan mesin bensin membuat M6 DM ditawarkan sebagai opsi yang mengedepankan efisiensi sekaligus rasa aman untuk perjalanan lebih jauh. Saat baterai penuh dan tangki bensin terisi penuh, jarak tempuh gabungan mobil ini diklaim mencapai 1.300 kilometer.

Klaim itu menjadi nilai jual penting bagi konsumen yang lebih sering beraktivitas di dalam kota. Penggunaan harian dinilai bisa lebih hemat karena mobil dapat mengandalkan tenaga listrik untuk jarak tertentu sebelum beralih ke dukungan mesin bensin.

Antusiasme yang sudah muncul sejak awal juga memberi gambaran bahwa segmen PHEV mulai mendapat tempat di pasar Indonesia. BYD pun kini menghadapi tantangan untuk menjaga momentum pemesanan sambil terus mengedukasi konsumen soal cara kerja serta keunggulan teknologi Dual Mode Hybrid yang dibawa M6 DM.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terbaru